29 February 2020

Bergerombol Karena Ketakutan, Puluhan Driver Go-Jek Malah Disangka Mau Berbuat Anarkis

KONFRONTASI-Polda Metro Jaya mengamankan 64 pengemudi Go-Jek dalam demonstrasi anarkis para sopir taksi. Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Aldo Felix yang mendampingi para driver Go-Jek menilai polisi salah tangkap.

"Kita merasa bahwa polisi salah tangkap ya, bahwa sopir Go-Jek ini bukan pelaku kekerasan," kata Aldo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Menurutnya, saat itu mereka hanya berkonvoi karena takut menjadi amukan para pengunjuk rasa yang menuntut penutupan taksi berbasis aplikasi online.

"Mereka hanya berjalan konvoi, menurut keterangan mereka, ada sekira 100 orang. Mereka jalan ramai-ramai karena takut jadi korban kekerasan yang terjadi siang tadi," tambahnya.

Namun, perkumpulan mereka di dekat Halte Gelora Bung Karno (GBK) sore tadi tampaknya disalahartikan oleh polisi. Alhasil, sebagian dari mereka digiring ke Polda Metro Jaya.

"Pas mereka jalan beramai-ramai ini mereka ketemu dengan salah satu sopir angkutan umum. Itulah sebabnya kenapa polisi yang melihat kejadian itu mengira akan melakukan kekerasan, padahal mereka sendiri pun lagi kabur karena takut menjadi korban kekerasan itu," tandasnya.[mr/okz]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...