29 February 2020

Bercanda Bawa Bom, Dua Anggota DPRD Diusir dari Pesawat

KONFRONTASI-Dua anggota DPRD Banyuwangi bercanda tentang bom di koper penumpang lain dan koper miliknya saat di Bandara Banyuwangi. Keduanya pun dilarang ikut terbang ke Jakarta karena dianggap tidak clear.

Insiden yang mencoreng nama baik lembaga wakil rakyat tersebut terjadi saat rombongan anggota DPRD Banyuwangi, hendak terbang menuju Jakarta, dengan pesawat Garuda GA 265 itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIB, Rabu (23/5/2018).

Saat itu Basuki Rachmad yang juga ketua DPC Hanura Banyuwangi masuk ke ruang pemeriksaan. Kepada petugas, Basuki mengatakan jika ada bahan peledak di koper anggota dewan bernama Rifa.

"Sempat ditanya petugas, oknum anggota dewan itu tetap bilang itu ada bom. Sempat ditegur petugas tapi malah marah," kata Kapolsek Rogojampi, Kompol Suharyono, dilansir  detikcom, Rabu (23/5/2018). 

Tak ingin kecolongan, petugas bandara kemudian berkoordinasi dengan petugas keamanan maskapai penerbangan Garuda agar menahan Basuki untuk tetap berada di ruang tunggu. Tetapi ketika proses boarding, Basuki juga ikut boarding dan bahkan ikut masuk ke dalam pesawat.

"Petugas keamanan airline memintanya keluar dan bus untuk kemudian kembali ke ruang tunggu. Oknum tersebut menolak, sehingga penumpang tersebut masuk ke dalam kabin pesawat," jelas Suharyono.

Bahkan, saat di pesawat, seorang anggota dewan lainnya bernama Nouval Baderi yang juga ketua DPC Gerindra kepada pramugari Garuda juga mengatakan jika tas yang dibawanya berisi Bom.

Karena tidak ingin ada insiden, Basuki dan Nouval Baderi diminta untuk turun dari pesawat oleh petugas Avsec didampingi oleh satuan samping (polri), dan keduanya dinyatakan tidak clear untuk diberangkatkan.

"Kedua penumpang tersebut turun untuk dibawa ke Posko Avsec dan sebagai tindakan akhir diserahkan kepada pihak Kepolisian," ujarnya.

Pengusiran dua anggota DPRD dari pesawat saat itu disaksikan 30 orang anggota DPRD Banyuwangi yang akan berangkat ke Jakarta, untuk menggelar konsultasi terkait dengan Kementerian PU.

"Geger itu terjadi dua kali kalau tidak salah. Saya diberitahu Pak Ismoko (wakil ketua DPRD Banyuwangi) pas duduk di pesawat," ujar Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara.

Menurut Made, kejadian pertama saat Basuki dicegah oleh pengamanan Bandara. Selanjutnya, insiden kedua saat di atas pesawat. "Kalau saat itu saya tahu kalau ada petugas pengamanan Bandara dan polisi menurunkan keduanya. Saya sempat keluar juga itu untuk mengetahui ada apa," tambahnya.

Terkait insiden tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. "Mengenai sanksi silahkan tanya ke BK. Kami masih fokus ke konsultasi ke Jakarta," pungkasnya. 

Sementara itu, akibat dari insiden tersebut, penebangan Garuda Airlines GA 265 terpaksa delay 30 menit. Pesawat yang seharusnya terbang pukul 15.50 WIB, baru dapat lepas landas pukul 16.20 WIB.(mr/dtk)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...