23 February 2018

Belanja ke Pasar, Anggota TNI Tewas Ditembak di Papua

KONFRONTASI-Anggota TNI, Pratu SN, tewas ditembak orang tak dikenal di Pasar Sinak, Kabupaten Puncak, Papua. Aparat menuding kelompok kriminal separatis bersenjata di balik serangan itu.

Serangan itu terjadi saat SN bersama rekan-rekannya ke pasar untuk membeli beberapa kebutuhan pokok pada Senin (12/02) pagi. Tak berselang lama, SN terpisah dengan rekan-rekannya.

"Karena sibuk tawar menawar, dia terpisah sekitar 50 meter dari rekan-rekannya," kata Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih, Kolonel Muhammad Aidi, dilansir BBC Indonesia, Selasa (13/02).

Saat terpisah itulah SN ditodong dan ditembak para pelaku dengan menggunakan senjata api. SN tewas seketika di lokasi kejadian.

Menurut Aidi, mendengar suara letusan, rekan-rekan SN mendatangi sumber suara dan mendapati SN terkapar. Mereka sempat mengejar para pelaku yang berjumlah sekitar lima orang.

Para pelaku itu, lanjut Aidi, membawa golok dan senjata api. Bahkan senjata api milik korban SN turut diambil dan dibawa lari para pelaku.

"Mereka kabur berpencar ke arah hutan. Anggota kami sempat mendapatkan tembakan balasan dari para pelaku," imbuh Aidi.

Menurut Aidi, SN menderita luka tembak pada bagian telinga kiri dan tembus ke pipi kanan. Jenazah korban kemudian diterbangkan kembali ke kampung halamannya di Jawa Barat.

Tudingan ke kelompok pro Papua merdeka

TNI, kata Aidi, menduga para pelaku adalah kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

"Motif mereka dengan merampas senjata untuk memperkuat kemampuan mereka. Karena perjuangan mereka menuntut merdeka," kata Aidi.

Aparat, lanjut Aidi, memastikan bahwa para pelaku adalah kelompok separatis yang menginginkan Papua merdeka.

"Kami bukan lagi curiga, tapi memastikan bahwa pelakunya adalah dari kelompok separatis itu," ujar Aidi.

Hingga saat ini, aparat masih menyelidiki dan mengejar para pelaku. "Termasuk mengumpulkan informasi untuk mendapatkan posisi mereka," kata Aidi.

Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) masih belum bisa dikonfirmasi perihal ini. KNPB adalah organisasi yang berjuang untuk penentuan nasib sendiri bagi Papua.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyatakan perlunya tindakan hukum yang terukur untuk kejadian kekerasan di Papua agar tidak sampai terjadi pelanggaran HAM.

"Saya prihatin atas kejadian itu," kata anggota Komnas HAM Amiruddin Al Rahab melalui sambungan telepon.

Amiruddin mewanti-wanti insiden itu tidak memicu kekerasan lanjutan. "Saya mengharapkan aparat hukum bisa menangkap pelaku agar hukum bisa ditegakkan sebaik-baiknya," pungkas Amiruddin.[mr/bbc]

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...