18 August 2019

Bantah Tembak Jatuh MH17, Moskow: Tak Ada Sistem Rudal Rusia

KONFRONTASI -  Pemerintah Rusia membantah laporan tim penyelidik gabungan (Joint Investigative Group (JIG) yang menyatakan bahwa rudal yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 di Donbass pada Juli 2014 berasal dari salah satu brigade Rusia.

"Kami mengetahui pernyataan yang dibuat pada konferensi pers hari ini oleh perwakilan dari tim investigasi internasional terkait penyelidikan kecelakaan Boeing MH17 Malaysia atas Ukraina pada 17 Juli 2014," demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia sebagaimana dilansir kantor berita TASS, Jumat (25/5/2018).

Pada konferensi pers yang digelar pada Kamis, JIG menyatakan bahwa MH17 dihantam oleh rudal BUK yang ditembakkan oleh Brigade Pertahanan Udara 53 Rusia yang ditempatkan di Kursk saat melintas di atas Donbass pada 17 Juli 2014. Dalam kejadian itu seluruh penumpang dan awak pesawat MH17 yang berjumlah 298 orang tewas.

BACA JUGA: Pemilik Rudal yang Meledakkan Pesawat MH17 Milik Malaysia Terungkap

 

Namun, Kementerian Pertahanan Rusia membantah pernyataan tersebut dan tuduhan tak langsung dari pihak Ukraina atas dugaan keterlibatan tentara Rusia dalam insiden yang menewaskan 298 orang itu. Kementerian itu juga menyatakan telah menyerahkan bukti yang sesuai kepada tim penyelidik Belanda.

"Tak satu pun dari sistem rudal pertahanan udara Angkatan Darat Rusia yang pernah melintasi perbatasan Rusia-Ukraina," kata kementerian itu.

"Dalam kerangka interaksi dengan badan-badan penegakan hukum Belanda, pihak Rusia mempresentasikan banyak bukti yang dikonfirmasi oleh pengujian skala penuh dan dengan jelas menunjukkan keterlibatan kru sistem rudal BUK Ukraina dalam menghancurkan pesawat Boeing dari Belanda atas Ukraina."

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, tim penyelidik dari Belanda berfokus untuk memperkuat kesimpulannya dengan hanya menggunakan gambar dari jejaring sosial yang diedit secara terampil dengan bantuan grafik komputer," tambah kementerian.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia yang menyatakan JIG tidak memedulikan bukti-bukti yang disampaikan pihak Rusia dan hanya menggunakan bukti video yang didapat dari blogger Inggris, Bellingcat.

“Dalam situasi ini, kami memiliki pertanyaan yang sah tentang motif mendasar yang sebenarnya dari keputusan JIG untuk mengungkapkan hasil kesimpulan awal. Semua ini hanya menegaskan kekhawatiran kami sebelumnya tentang bias dan kesepihakan dari penyelidikan yang sedang berlangsung,” demikian tertulis dalam pernyataan kementerian luar negeri.(jft/OkeZone)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...