24 May 2019

Alangkah Sulitnya Wanita Timor Leste Ini Raih Mimpi Jadi WNI

KONFRONTASI -  Kisah sedih wanita asal Timor Leste, Joaninha De Jesus Carvalo (Nina) masih belum berakhir. Mantan PNS di Dinas Kependudukan Kota Bekasi ini seolah menghiba lantaran keinginannya menjai WNI tak juga terkabul.

Nina hingga kini masih menunggu keputusan Mahkamah Agung terkait kewarganegaraannya. Ditemui di rumah kontrakannya di kawasan Pekayon, Bekasi Selatan, wanita ini masih belum mengerti akan nasibnya.

Sudah menjadi pegawai puluhan tahun, namun kemudian diberhentikan (2016) karena dianggap bukan warga negara Indonesia. “Saya cinta Indonesia. Bahkan saya sudah pernah mendapat medali penghargaan pengabdian 20 tahun (satya lencana) dari Presiden SBY,” kata Nina, Sabtu (19/8).

Kontrakan Nina sangat sederhana. Di dalam kamar tak ada satu pun barang mewah. Tak ada TV. Bersih. Sementara, bendera Merah Putih dan logo Pemkot Bekasi ditempel di tembok dekat dipan sebagai tanda kecintaannya.

Nina adalah wanita yang lahir di Dili, Timor Leste (dulu Timor Timur) pada 1962 dan bekerja terakhir sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kependudukan Kota Bekasi. Setahun lalu statusnya berubah karena pihak Walikota Bekasi memberhentikan Joaninha pada 10 Juni 2016 berdasarkan surat keputusan Badan Kepegawaian Negara (BKN) 15 Febuari 2002.

MENGGUGAT

Nina pun menggugat keputusan pemberhentian dirinya ke Pengadilan Tata Usaha Negara di Bandung. Dalam sidang di Bandung, Joaninha yang didampingi YLBH Putih Indonesia memenangkan gugatan.

Kasus belum berakhir karena BKN kembali mengajukan upaya hukum Kasasi. Kasusnya saat ini tengah menunggu keputusan Kasasi.

“Saya ingin hak-hak kewarganegaraan saya dikembalikan,” kata Nina. Sejak diberhentikan sebagai pegawai setahun lalu, Nina tidak memiliki pekerjaan. Dia hanya hidup dari belas kasihan beberapa orang. “Saya memiliki KTP, punya Kartu Keluarga dan juga paspor. Saat saya datang ke Timor Leste, saya sudah diperlakukan sebagai warga asing,” ucap dia.

Arief Ruri Rianto, YLBH Putih Indonesia, mengatakan kasus ini tengah menunggu kasasi di Mahkamah Agung. “Ini sebenarnya juga masalah kemanusiaan. Ibu Nina tidak memiliki apa-apa, tidak punya keluarga dan sanak saudara saudara di republik ini,” tukas Arief. (chotim/bu/ird)(Jf/Pkt)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Jumat, 24 May 2019 - 17:02
Jumat, 24 May 2019 - 16:59
Jumat, 24 May 2019 - 16:58
Jumat, 24 May 2019 - 16:56
Jumat, 24 May 2019 - 16:47
Jumat, 24 May 2019 - 16:44
Jumat, 24 May 2019 - 16:38
Jumat, 24 May 2019 - 16:23
Jumat, 24 May 2019 - 14:49
Jumat, 24 May 2019 - 14:44
Jumat, 24 May 2019 - 14:36
Jumat, 24 May 2019 - 14:34