28 February 2020

Alamak, Pacar Kok Dipukuli, Bukan Disayangi

KONFRONTASI-Pemuda Dusun Trans Desa Rias, Toboali Bangka Selatan (Basel), Bangka Belitung, berinisial Agw harus berurusan dengan polisi.

Agw dilaporkan karena melakukan tindak kekerasan terhadap kekasihnya sendiri berinisial Ar seorang mahasiswi.

Kekerasan yang dilakukan Agw terhadap Ar terjadi pada Minggu (30/6) lalu di kawasan komplek perkantoran Parit Tiga Toboali, sekira pukul 16.00 Wib.

Saat itu, Ar bersama temannya, La, pulang dari SMA Negeri I Toboali sehabis melaksanakan kegiatan ujian semester di Universitas Terbuka (UT).

Kemudian Ar bersama La menuju gedung sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel yang berada di Parit Tiga Toboali guna menemui Agw.

Namun, pertemuan Ar dengan Agw tersebut tidak seperti yang diperkirakan. Agw langsung mencecar pertanyaan kepada Ar pada siang harinya bersama siapa.

Mendengar hal itu kemudian Ar berusaha untuk menjelaskan. Namun Agw tidak menggubris apa yang dijelaskan dan disampaikan oleh Ar.

Agw yang tanpa sebab langsung memukul Ar sebanyak empat kali pada bagian mata dan kening sebelah kiri.

Selain itu, Agw juga mencekik leher Ar sehingga mengakibatkan luka memar di bagian leher. Bahkan, Agw juga mengancam Ar dengan pisau sembari menempelkannya di bagian pipi sebelah kanan wajah Ar.

“Setelah kejadian itu, korban (Ar) bersama temannya (La) meninggalkan pelaku (Agw) di lokasi kejadian,” ungkap Kabag Ops Polres Bangka Selatan Kompol Rusnoto, Kamis (4/7).
Merasa tidak terima atas perbuatan yang dilakukan oleh pacarnya, Ar melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut ke Mapolres Bangka Selatan.

“Akibat kejadian itu korban mengalami luka memar di bagian mata sebelah kiri, dan luka memar bekas cekikan di bagian leher serta mengalami trauma akibat ancaman senjata tajam pisau yang ditempelkan oleh pelaku pada bagian muka korban,” kata Kompol Rusnoto. [mr/jpn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...