17 September 2019

Ada-ada Saja, Penyedia Kos-kosan di Johar Baru Jakarta Pusat, Sediakan 'Peti Mati' 2x1'

Kos-kosan yang menyediakan kamar berupa kotak seukuran peti mati di kawasan Johar Baru telah disegel oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat. Padahal, penghuni mengaku sudah merasa nyama

 

KONFRONTASI -   Rumah kos yang menyediakan hunian berupa kotak ukuran 2x1 meter alias sleep box di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, telah disegel oleh Pemkot. Wakil Wali Kota Jakpus, Irwandi, mengaku akan menutup kos-kosan seukuran peti mati tersebut karena tidak berizin dan dinilai tak manusiawi.
Penyegelan tersebut lantas disayangkan oleh para penghuni sleep box. Pasalnya, kos-kosan tersebut sudah dianggap nyaman dan murah.

 Sejumlah penghuni pun menyampaikan perasaan mereka terkait penyegelan ini. Salah seorang penghuni bernama Gustian mengaku sudah tinggal di sleep box tersebut selama 2 bulan terakhir.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta tersebut mengaku setiap bulannya memiliki penghasilan sebagai pekerja lepas dan uang kiriman keluarga sebanyak Rp 1.500.000. Gustian mendapat info tentang sleep box seharga Rp 400 ribu per bulan itu dari aplikasi pencari hunian sementara.

"Nyari di aplikasi mamikos," tutur Gustian dilansir Suara, Selasa (3/9). "Murah juga saya lihat, cocok jadinya."

Gustian rupanya tidak mempersoalkan kamar yang saking kecilnya sampai membuat penghuni kesulitan untuk duduk itu. Ia mengaku merasa sudah nyaman, terlebih kos-kosan tersebut dilengkapi dengan AC untuk sekitar 20 kamar di tiap lantainya.

"Kan enak juga, harga murah ada AC juga," ujar Gustian. "Saya malah senang tinggal di situ."

Senada dengan Gustian, mahasiswi bernama Sasya juga mengaku merasa nyaman tinggal di rumah kos tersebut. Sasya menilai adanya fasilitas wi-fi gratis bisa memberi nilai lebih meski kamarnya sangat sempit.

Oleh sebab itu, Sasya yang juga merupakan pekerja lepas dengan penghasilan Rp 1 juta per bulan pun mengaku bingung kala kos-kosan ini disegel. Menurutnya, kos dengan harga murah dan fasilitas memadai jarang ditemukan di Jakarta.

"Kalau ini disegel, saya belum tahu ya mau ke mana," terang Sasya. "Iya, ini murah banget menurut saya. Ada wi-fi juga. Pas buat kantung mahasiswa."(jft/Wowkeren)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Senin, 16 Sep 2019 - 20:09
Senin, 16 Sep 2019 - 20:05
Senin, 16 Sep 2019 - 19:59
Senin, 16 Sep 2019 - 19:57
Senin, 16 Sep 2019 - 19:53
Senin, 16 Sep 2019 - 19:46
Senin, 16 Sep 2019 - 19:44
Senin, 16 Sep 2019 - 19:41
Senin, 16 Sep 2019 - 19:39
Senin, 16 Sep 2019 - 19:37
Senin, 16 Sep 2019 - 19:35
Senin, 16 Sep 2019 - 19:32