26 August 2019

50 Hewan Ternak Mati Tak Wajar, Warga Minta Bantuan TNI-Polri Sisir Hutan

Konfrontasi - Tidak kurang 50 hewan ternak milik warga Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Kalimantan Timur, mati tidak wajar. Warga berencana beramai-ramai menyisir hutan sekitar tempat tinggal mereka, Minggu (2/7/2017) pagi besok, mencari sosok binatang hutan yang menyasar hewan ternak mereka.

Sebagian warga pemilik hewan ternak, di antaranya mengaku sempat melihat kawanan anjing yang kabur ke hutan. Diduga, hewan liar itu yang memangsa hewan ternak warga dalam kurun waktu hampir dua pekan terakhir.

Hari ini, beredar surat dari Lurah Lempake Nurharyanto bernomor 360/64/306.02 tentang permintaan bantuan personel kepolisian dan TNI membantu warga. Dalam surat itu, disebutkan kematian hewan ternak warga ini sebagai kejadian luar biasa. Ada 4 RT pemilik hewan ternak yang mati tak wajar dalam waktu 9 hari, mulai dari RT 16, 18, 19 dan RT 20.

Disebutkan, ada 34 ekor kambing dan 21 ekor ayam mati dengan dengan tidak wajar, yang diduga akibat gigitan binatang hutan. Untuk itu, Minggu pagi besok, rencananya warga menyisir hutan sekitar tempat tinggal mereka, memburu sang hewan pemangsa.

"Benar, surat itu juga ada ditembuskan ke saya. Keputusan rencana penyisiran hutan besok, berdasarkan rapat 30 Juni kemarin," kata Camat Samarinda Utara Syamsul Alam, kepada merdeka.com, Sabtu (1/7).

"Surat itu adalah permintaan bantuan personel aparat menyertakan senjata api, untuk kegiatan penyisiran hutan besok jam 8 pagi," ujar Syamsul.

Sampai saat ini, kematian puluhan hewan ternak warga ini menyisakan tanda tanya. Kabar yang berembus kematian disebabkan hewan jadi-jadian, masih dikesampingkan.

"Soal kabar itu (hewan jadi-jadian) belum bisa dipastikan benar tidaknya ya. Maka dari itu, masih pada dugaan awal karena gigitan binatang hutan," tegas Syamsul.

"Areal hutan di sekitar permukiman warga yang akan disisir besok pagi itu, memang cukup luas. Relawan-relawan juga diminta bergabung untuk kegiatan besok pagi," tutup Syamsul.

Diketahui, kematian tidak wajar hewan ternak tidak kurang dari 50 ekor baik kambing dan ayam, menjadi perbincangan hangat warga Lempake dan sekitarnya, di kecamatan Samarinda.

Dikatakan mati tidak wajar, lantaran bekas luka di leher hewan ternak, tanpa menyisakan ceceran darah. Bahkan, 3 sapi warga di Kelurahan Sungai Siring di Samarinda Utara, juga mati dengan cara yang sama. (mrdk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...