28 March 2020

1 Tersangka Penipuan Putri Kerajaan Saudi Masih Diburu Bareskrim

KONFRONTASI-Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri masih memburu tersangka berinisial EMC yang buron atas kasus penipuan terhadap putri Kerajaan Arab Saudi, Princess Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud.

"Tersangka lain EMC masih proses pengejaran. Semoga bisa dilakukan upaya paksa sehingga proses penyidikan ini bisa selesai," kata Kasubdit II Dit Tipidum Bareskrim Polri Kombes Endar Triantoro di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Dalam perkara ini, polisi sudah menetapkan dua tersangka. Keduanya berinisial EMC dan EAH merupakan ibu dan anak.

Endar menyebut, untuk sang anak EAH saat ini telah dilakukan penangkapan dan penahanan. Tetapi, ibunya EMC masih belum bisa diciduk.

"Satu tersangka sudah kami tangkap, kami sudah lakukan penahanan," ujar Endar.
Barang bukti kasus tersebut yang telah disita sementara rekening koran kedua tersangka, satu bundel bank Arab Saudi, beberapa transkip pembicaraan tersangka dan korban terkait transaksi pengiriman uang dan pembangunan villa di Bali.

"Mobil Alphard dan Jaguar sementara itu untuk lain kami masih proses aliran dana, kami masih on progres," ucap Endar.

Putri Arab, Princes Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud diduga menjadi korban penipuan sekitar USD36 juta atau 512 Milyar lebih.

Dalam hal ini, korban telah mengirimkan uang sebesar USD 36.106.574,84 atau sebesar Rp. 505.492.047.760 sejak 27 April 2011 sampai 16 September 2018.

Uang itu untuk pembelian tanah dan pembangunan villa Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Namun, pembangunan belum selesai sampai 2018. Berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, telah melakukan penilaian atas nilai bangunan villa Kama dan Amrita Tedja sesuai kondisi fisik bangunan. Dan didapatkan nilai bangunan yang telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Kemudian, tanah dan villa tersebut akan dibalik nama atas nama perusahaan PT Eastern Kayan. Namun, sampai sekarang tanah dan villa masih atas nama tersangka.

Selain itu, pelaku juga menawarkan sebidang tanah kepada korban seluas 1.600 M2 di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali yang seolah-olah tanah tersebut dijual oleh pemiliknya.

Kemudian, korban mengirimkan sejumlah uang sebesar USD 500.000 kepada tersangka. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi bahwa tanah tersebut oleh pemilik tidak pernah mau dijual.[mr/okz]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...