22 July 2019

Yenny Wahid Minta Petinggi NU Jangan Mengemis Jatah Menteri

KONFRONTASI-Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), Yenny Wahid mengingatkan Nadhlatul Ulama (NU) tidak meminta-minta jatah kursi menteri dalam Pemerintahan Joko Widodo periode 2019-2024.

"Saya mengimbau pada petinggi-petinggi NU untuk tidak terjebak pada retorika seolah-seolah dipahami kita menuntut kursi kabinet dan sebagainya," kata Yenny di Monas, Rabu (10/7/2019).

Menurut dia, masyarakat NU memang banyak lembaga survei yang menunjukkan hampir 50 persen umat Islam mengaku berafiliasi dengan NU. Artinya, ketika kader NU ditunjuk di kabinet maka itu menjadi representasi dari sebagian besar umat Islam di Indonesia.

Karena, kata Yenny, peran yang harus dijalankan oleh NU adalah peran yang sinergis dengan pemerintah, melakukan memberikan masukan-masukan yang konstruktif, ketika ada kritik pun kritik yang membangun.

"Artinya, ketika pemerintahannya siapa pun NU harus mampu bekerja sama dan mampu menjaga jarak yang sehat," ujarnya.

Sebab, lanjut dia, hal itu menjadi khittah NU yang tidak boleh berpolitik praktis. Maka dari itu, sebaiknya NU menghindari seolah-olah ada retorika menuntut kursi kabinet, ada kursi dialokasikan untuk NU.

"Kita berharap aspirasi warga NU didengar oleh pemerintah, ya pasti. Nah, tetapi tidak kemudian dengan cara bagi-bagi kursi, seolah menuntut kursi, tidak seperti itu," tandasnya.[mr/inl]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...