13 November 2019

Wujudkan Masyarakat Adil dan Sejahtera, Romli Atmasasmita: KPK Perlu Diawasi

KONFRONTASI -   Tim Perumus Rancangan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) Prof Romli Atmasasmita mengatakan, untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera dengan tetap memberikan jaminan perlindungan kepastian hukum yang adil, maka KPK perlu diawasi.

Menurutnya, RUU KPK bertujuan untuk mengembalikan tugas dan wewenang KPK on the right track sesuai dengan harapan. Untuk mencapai tujuan dan harapan tersebut, maka KPK perlu diawasi oleh lembaga baru yang berada di dalam struktur organisasi KPK yang disebut Dewan Pengawas (Dewas).

“Dewas memiliki tugas pokok mengawasi kinerja KPK, termasuk tidak terbatas pada evaluasi kinerja KPK tetapi meliputi pemberian izin atau tidak memberi izin untuk penyadapan,” kata Romi kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Minggu (20/10/2019).

Ia menyebutkan, penyadapan merupakan langkah hukum yang membenarkan tindakan illegal yang rentan penyalahgunaan kewenangan. Proses pemberian izin penyadapan merupakan tindakan pro-justitia karena dipergunakan dalam melaksanakan tugas penyelidikan, penyidikan dan penuntutan kasus korupsi.

Menurutnya, permintaan izin penyadapan tidak ditujukan terhadap pengadilan karena hakim adalah penyelenggara negara yang menjadi objek pengaturan UU nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bebas dan Bersih dari KKN.

Sementara, Ketua Umum IKA FIS UNJ, Rasminto mengatakan, mengelola dialog publik ditengah masyarakat merupakan wujud warga negara yang cendikia, sehingga berbagai aspek yang dikaji bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.

Menurutnya, dari situlah keilmuan diskusi yang diselenggarakan oleh IKA FIS UNJ ini berperan yang membuat cakrawala berpikir menjadi luas dan tak terbatas, sesuai dengan idelogi kebangsaan.

“Selain bertujuan untuk menunjukkan ruang eksistensi alumni IKA FIS UNJ yang hari ini menyuguhkan dialog publik, kegiatan ini juga sebuah ajang kepedulian terhadap dunia akademisi yang belakangan lupa mengkaji setiap persoalan dalam perspektif akademik, sehingga argumentasi yang disampaikan kuat secara ilmiah,” sebutnya. (Jft/IndoPos)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...