14 November 2019

Wajar Presiden Tegur Darmin dan Sri Mul Gara-gara Pertumbuhan Ekonomi Letoy

KONFRONTASI- Presiden Jokowi baru-baru ini mengumpulkan para menteri ekonomi untuk membahas evaluasi pertumbuhan ekonomi 2016 yang jauh di bawah target. Presiden menegur Darmin dan Sri Mul ?

Diketahui, pertumbuhan ekonomi 2016 hanya sebesar 5,02 persen jauh di bawah asumsi APBN sebesar 5,2 persen dan juga jauh di bawah perkiraan para pengamat internasional sebesar 5,3 persen.

Para menteri ekonomi tersebut antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra yakin Presiden Jokowi secara spesifik pasti menegur Darmin dan SMI di rapat evaluasi tersebut. Hal ini mengingat keduanya adalah ekonom yang disebut-sebut handal dalam memimpin laju perekonomian.
Justru menurutnya sangat wajar jika presiden kecewa hingga menegur mereka.

"Darmin jelas telah gagal menunjukkan keampuhan belasan Paket Kebijakan-nya. SMI yang berkarakter sangat konservatif dan anti terobosan pasti mengecewakan presiden yang sebenarnya sangat progresif dan pro terobosan," katanya.

Menurut Gede Sandra, SMI sendiri hingga saat ini belum terlihat melakukan terobosan apapun untuk memompa pendapatan negara. Program Tax Amnesty sendiri yang relatif sukses sebenarnya menurut kabar beredar adalah ide dari seorang Taipan yang dekat dengan pemerintahan, yang diinisiatif oleh eks Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

"Presiden mungkin sudah sadar, yang membuat SMI minim terobosan adalah cara pikirnya (school of thought) yang super konservatif. Publik sendiri malah melihat SMI seolah menusuk Presiden dari belakang, terutama setelah belum lama dirinya bertindak sebagai pengamat," imbuh Gede.[wid]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...