18 November 2019

Tugas Selesai, Moeldoko Bubarkan `Buzzer Jokowi`

KONFRONTASI -  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan saat ini keberadaan buzzer atau pendengung sudah tidak diperlukan lagi. Kata dia, Buzzer muncul karena perjuangan menjaga marwah pemimpin yang didukung.

“Dalam situasi ini, relatif sudah enggak perlu lagi buzzer-buzzeran," kata Moeldoko seperti melansir tempo.co.

Menurut Moeldoko, yang diperlukan saat ini adalah dukungan politik yang membangun, bukan yang bersifat destruktif. Para pendengung, kata Moeldoko, selalu melemparkan kata-kata yang tidak enak didengar dan tidak enak di hati.

"Itu lah destruktif, dan itu sudah tidak perlu lah." ucaap Moeldoko.

Menurut Moeldoko, yang perlu dibangun adalah semangat bersama, khususnya di antara partai politik telah bersepakat untuk berkolaborasi. Ia juga meminta para buzzer untuk menurunkan egonya.

"Semangat mendukung idolanya tetap dipertahankan tapi semangat untuk membangun kebencian harus dihilangkan," kata dia.

Dalam opini Majalah Tempo pekan ini menulis bahwa tingkah pendengung pendukung Presiden Jokowi makin lama makin membahayakan demokrasi. Berbagai kabar bohong mereka sebar dan gaungkan di media sosial untuk mempengaruhi opini dan sikap publik.

Para pendengung menjadi bagian dari kepentingan politik jangka pendek: mengamankan kebijakan pemerintah. Presiden Jokowi pun diminta menertibkan buzzer yang sulit dipercaya keberadaannya tidak Presiden ketahui jika bukan dia kendalikan.(Jft/IDT@DAYCO)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...