28 January 2020

Tubagus Hasanuddin Nilai Survei Poltracking Soal PDIP Ngawur

KONFRONTASI-Politikus PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin menilai survei terbaru lembaga Poltracking terkait regenerasi kepemimpinan di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri, dinilai tidak saja aneh, tapi juga ngawur.

"Survei yang baru saja di rilis oleh Poltracking tentang calon ketua umum PDI Perjuangan hasilnya menurut saya aneh. Mengapa? Karena survey ini tak sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dalam menentukan respondennya. Metodologinya ngawur," kata TB Hasanuddin di Jakarta, Senin (23/3).

Dia mencontohkan, untuk mengetahui tingkat pelayanan PT Kereta Api, agar valid dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan maka respondennya harus pelanggan atau pemakai atau penumpang KA, bukan penumpang pesawat yang tidak pernah naik kereta api.

Begitu pula untuk mengetahui siapa yang didukung oleh kader PDIP untuk menjadi ketua umumnya. Menurut dia, semestinya respondennya adalah kader PDIP dan bukan pakar, karena pakar-pakar itu tak mewakili kader PDIP.

"Karena tak sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku maka hasilnya tidak valid dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Saya mencurigai survei ini adalah survei pesanan untuk memecah belah kader PDIP menjelang kongresnya bulan depan," tegas politikus yang akrab disapa Kang TB ini.

Menurutnya, pemilihan para pimpinan di PDIP mulai dari ketua anak ranting, ketua ranting (tingkat desa), ketua PAC , DPC , DPD sampai ketum dijaring dan dimulai dari usulan yang paling bawah. Setiap kader boleh mengusulkan calon pemimpinnya.

Nah, sampai saat ini, katanya, Megawati telah diusulkan kembali  menjadi Ketua Umum masa bakti 2015/2020 oleh setiap kader mulai dari tingkat ranting, Pac , Dpc dan Dpd seluruh Indonesia. Serta secara aklamasi melalui musancab, konfercab dan konferda.

"Jadi survei itu aneh, tendensius dan bermuatan politik adu domba. Tapi saya yakin kader PDIP tak akan terpancing," pungkas anak buah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu. (jpn)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...