26 May 2019

Tanri Abeng Luncurkan Buku Kinerja Profesionalnya Selama 50 Tahun

KONFRONTASI -  Menandai 50 tahun kiprah, Tanri Abeng meluncurkan sebuah buku berjudul Pelajaran Bagi Bangsa, 50 Tahun Kinerja Profesional Tanri Abeng. Ditulis oleh peneliti Fachry Ali, buku ini banyak mengulas tentang bagaimana perjalanan karier Tanri Abeng menjadi penentu kesuksesan lahirnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Karier profesional Tanri Abeng dimulai di perusahaan multinasional Union Carbide Corporation (UCC) yang bermarkas di New York pada 1968. Di perusahaan tersebut, ia menjadi orang lokal pertama yang menjabat sebagai direktur keuangan UCC pada usia 29 tahun.

Untuk mencari tantangan baru, Tanri kemudian menerima tawaran dari perusahaan korporasi global Heinekan untuk menjadi orang nomor satu di perusahaan yang berpusat di Amsterdam tersebut. Saat usianya 47 tahun, ia "dibajak" oleh kelompok usaha Bakrie. Karena pembajakan ini, sejumlah media kala itu menyebut Tanri Abeng sebagai "Manager Satu Miliar".

"Isi dari buku ini adalah kinerja profesional saya selama 50 tahun. Yang ditelusuri oleh Fachry Ali adalah bagaimana perjalanan karier saya bisa membawa ilmu pada saat saya membentuk Kementerian BUMN. Jadi sebenarnya Kementerian BUMN itu bisa berhasil dengan segala permasalahannya ketika itu seperti tidak adanya dukungan politik karena banyaknya pengalaman yang sudah saya peroleh dari tiga perusahaan multinasional," kata Tanri Abeng saat peluncuran buku Pelajaran Bagi Bangsa, 50 Tahun Kinerja Profesional Tanri Abeng, di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Melalui buku ini, Tanri Abeng berharap ada banyak pelajaran yang bisa dipetik, khususnya oleh generasi muda dalam merasih kesuksesan.

"Untuk generasi muda, yang bisa dipetik dari buku ini adalah bagaimana berjuang di level pendidikan untuk mencapai suatu keberhasilan. Kalau sudah masuk ke arena profesional, bagaimana menunjukkan kinerja dan berintegritas," kata Tanri Abeng.

Dalam bukunya ini, Tanri Abeng juga menekankan perlunya menciptakan sistem politik-ekonomi baru yang lebih berpihak pada rakyat, tanpa mengurangi peran dari pelaku ekonomi negara.

"Pelaku usaha kecil itu jumlahnya ada 56 juta, namun mereka tidak terbantu oleh pemerintah secara riil. Inilah yang saya usulkan di buku ini sebagai politik-ekonomi baru. Kalau BUMN adalah lembaga pelaku ekonomi negara, kita juga perlu membangun lembaga pelaku ekonomi rakyat," kata Tantri Abeng.

Hadir dalam acara peluncuran buku tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut sosok yang telah dua kali menjadi wapres ini, Tantri Abeng merupakan salah satu orang yang memelopori profesionalisme dalam mengelola perusahaan, baik itu perusahaan swasta maupun BUMN.

JK berharap buku yang baru diluncurkan ini juga bisa memberi pembelajaran tentang bagaimana mengambil tindakan yang perlu pada waktunya. Tindakan yang tentunya akan berbeda antara kondisi yang normal dan darurat seperti yang dicontohkan Tanri Abeng.

"Buku ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran, khususnya bagi profesional, bagaimana menanggung risiko dari suatu tindakan, bagaimana menyesuaikan diri dengan keadaan, dan bagaimana perusahan khususnya BUMN menjadi roda untuk rehabilitasi atau perbaikan untuk bangsa ini, dari dulu dan sampai sekarang," kata Jusuf Kalla.(Jft/BeritaSatu)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...