29 March 2020

Tak Mampu Lindungi Tuti, DPR Desak Pemerintah Bubarkan BNP2TKI

KONFRONTASI -    DPR RI meminta Pemerintah untuk membubarkan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) karena dianggap tidak becus dalam mengurus permasalahan yang membelit TKI.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha, saat menanggapi dieksekusinya TKI asal Majalengka Tuti Tursilawati oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada Senin (29/10) lalu.

Syaifullah mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpin oleh Nusron Wahid itu terlihat tidak ada gunanya dalam berdiplomasi melindungi TKI."Bila perlu dibubarkan saja BNP2TKI itu, enggak ada gunanya," ungkapnya dalam diskusi bertajuk 'Daftar Panjang TKI Dihukum Mati' di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11).

Sementara terkait eksekusi mati Tuti Tursilawati, Syaifullah pun mengaku sangat menyayangkan sikap dari otoritas Arab Saudi yang tidak memberikan notifikasi kepada Pemerintah Indonesia.

Anggota DPR RI dari Fraksi PPP itu sepakat mengenai diberlakukannya kembali moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi. Pasalnya, menurut Syaifullah, selama tahun 2018 ini, Arab Saudi telah mengeksekusi mati dua TKI, yakni Zaini Misrin pada Maret 2018 dan Tuti Tursilawati pada 20 Oktober 2018 dan keduanya dieksekusi mati tanpa ada pemberitahuan kepada pihak Indonesia.

"Saya setuju dengan Bapak Charles tadi, perlu ada moratorium kembali terhadap tenaga kerja kita yang dikirim kesana (Arab Saudi)," ujarnya.

Seperti diketahui, Tuti Tursilawati merupakan tenaga kerja Indonesia asal Desa Cikeusik, Majalengka, Jawa Barat. Tuti sendiri dijatuhi hukuman mati karena dituduh memukul majikannya bernama Suud Malhaq Al Utibi dengan kayu di Kota Thaif pada 11 Mei 2010 lalu. Melihat majikannya terkapar, Tuti pun langsung kabur dari rumah majikannya.

Saat kabur, Tuti bertemu dengan sekelompok pria. Pria-pria tersebut berjanji akan mengantar Tuti ke Mekkah. Malangnya, Tuti dibawa ke rumah kosong dan mengalami pelecehan seksual. Hingga kemudian Tuti tertangkap dan akhirnya dieksekusi mati oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada Senin (29/10) lalu.(Jft/Akurat)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...