24 October 2019

Soal Capim KPK, Jokowi Gertak DPR

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggertak DPR yang berencana menolak 10 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang diajukan pemerintah. Jokowi menegaskan bahwa tugas pemerintah sudah selesai dengan menyeleksi 10 orang calon, dan sekarang tugas DPR untuk memilih lima diantaranya.

"Ya, ini tugas kita (pemerintah) kan membentuk Pansel (panitia seleksi), dan Pansel kan sudah memilih. Kemudian juga kita sudah menyampaikan ke DPR. Ya tugas kita itu," jelas Jokowi di sela acara COE Forum di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta (Kamis, 26/11).

Seharusnya DPR memang sudah mulai melakukan fit and proper test terhadap 10 calon pimpinan KPK yang diajukan pemerintah. Pasalnya, pada 16 Desember nanti, masa tugas pimpinan KPK yang saat ini akan habis. Tapi, sudah beberapa kali rapat, Komisi III DPR terus mengundur-undur proses ini. Mereka beralasan calon yang diajukan pemerintah tidak memenuhi syarat karena tidak ada unsur jaksa. Terakhir, mereka mewacanakan akan mengembalikan ke-10 calon tersebut ke pemerintah.

Jokowi mengaku sudah mendengar rencana Komisi III mengembalikan 10 nama itu. Tapi, dia kembali menegaskan bahwa tugas pemerintah sudah selesai. Sekarang tugas DPR untuk mengerucutkan calon yang diajukan pemerintah. 

"Menurut undang-undang, memang DPR memilih lima dari 10 nama yang diajukan," ujarnya.

Meski begitu, Jokowi yakin pada akhirnya DPR akan memilih lima dari 10 nama yang diajukan. Karena itu, Jokowi meminta publik tidak menduga-duga dulu bahwa DPR akan menolak nama-nama yang diajukan pemerintah.

"Ya sabar, wong belum diputuskan (ditolak DPR), kok sudah kalau. Yang paling penting memang menurut undang-undang, DPR memilih lima dari 10 nama yang diajukan," tandasnya. [RMOL]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...