25 August 2019

SMC: Hentikan Politik "Gentong Babi"

KONFRONTASI - Politisasi dana bantuan sosial (bansos) sepatutnya dihentikan. Politisasi itu berupa penyaluran yang dipercepat karena menjelang Pemilu 2019. Selain itu juga ada acara pemberian bansos dengan melibatkan calon penerima.

“Politisasi bansos itu terjadi. Kita semua ingin ini dihentikan. Politisasi bansos ini istilahnya politik 'gentong babi'. Menyuap rakyat untuk menjadi voters (pemilih),” kata Direktur Eksekutif Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan dalam Diskusi Publik Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) bertajuk “Stop Politisasi Bansos APBN!” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (27/3).

“Idrus Marham ketika jadi mensos (menteri sosial), dia katakan di publik ‘dana PKH (Program Keluarga Harapan) naik, kalau bisa rakyat terima kasih ke Jokowi (Presiden Joko Widodo), pilih lagi Jokowi’. Politisasi bansos sudah jadi kenyataan,” tukas Syahganda.

Syahganda menyatakan, Jokowi tak perlu meresmikan pemberian PKH. Sebab, rakyat yang hadir justru terkesan seperti pengemis.

“Kalau rakyat tidak datang sebagai pengemis, maka tak akan utang budi sama individu. Sekarang, rakyat seolah-olah berutang budi pada Jokowi,” ujar Syahganda.

Syahganda mengungkap, uang untuk setiap program bansos berasal dari pembayar pajak. Buruh menjadi penyumbang pajak.

“Lalu (program) diklaim seorang yang namanya Jokowi, masuk akal enggak? Jangan sampai rakyat jadi pengemis di negerinya sendiri,” tegas Syahganda.(jft/Beritasatu)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...