23 May 2018

SK Rekonsiliasi Golkar Keluar, Ini Kata Agung Laksono

KONFRONTASI - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Partai Golkar hasil rekonsiliasi. Menurutnya, susunan kepengurusan ini merupakan gabungan dari hasil Munas Bali dan Ancol.

Hal itu disambut positif oleh Agung Laksono yang di sana menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Menurutnya, SK yang dikeluarkan Menkumham Yasonna sesuai dengan semangat untuk rekonsiliasi. SK tersebut berlandaskan pada dasar untuk tidak memenangkan salah satu kubu.

"Sehingga kubu Bali dan Ancol menjadi satu. Itu kemudian kepengurusannya diserahkan ke Menhukham," kata Agung saat dihubungi, Rabu (27/4/2016).

SK tersebut sekaligus menandakan bahwa partai beringin semakin mantap untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

"Bagi saya soal duduk atau tidak duduk dalam kepengurusan tentu yang dilaksanakan adalah Munaslub. Karena SK Menkumham sebagai legal standing untuk laksanakan munas," sebutnya.

Dia pun menegaskan bahwa tak ada alasan Munaslub untuk tak dilaksanakan. "Kalau tidak dilaksanakan Munaslub berarti mengingkari komitmen, kesepakatan dan semangat islah. Saya kira kalau pengingkaran berarti kan sesuatu yang tidak dibenarkan ya," tuntasnya.

Sebelumnya kata Yasonna, susunan kepengurusan dalam partai beringin hasil rekonsiliasi ini masih dipimpin oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie dengan Sekretaris Jenderal Idrus Marham. Sementara posisi Wakil Ketua Umum dijabat Agung Laksono dan Zainuddin Amali.

"Benar-benar mengakomodasi semua kelompok. Kita harap proses yang sedang berlaku sekarang menuju penyelesaian utuh akan tetap berlanjut," ujarnya. (okz/ar)

Category: 
Loading...