25 February 2018

Silakan Ahok, selaku Penguasa, Pecat Kepala SMAN 3 DKI. Kekesalan Ahok Memuncak.

KONFRONTASI- Kepala SMA Negeri 3 Jakarta Selatan Retno Listyarti  menyatakan siap dipecat dan dia membenarkan bahwa dia pernah ditantang Basuki Tjahaja Purnama untuk menjadi kepala dinas pendidikan DKI Jakarta. Saat itu, Basuki masih menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

Retno mengaku menolak tawaran tersebut. Sebab, saat itu, pangkat Retno belum mencapai IVb.

"Pak Ahok (panggilan Basuki) menawarkan saya jadi kadisdik, tapi tidak mungkin karena saat itu pangkat saya masih IIId, sementara kadis itu minimal IVb," kata Retno saat dihubungi Minggu (19/4/2015) malam.

Retno menceritakan, awal mulanya, ia selaku Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menemui gubernur DKI saat itu, Joko Widodo. Pertemuan itu terjadi pada 9 November 2012 lalu di ruang gubernur.

Dalam pertemuan itu, kata Retno, FSGI menyampaikan kajian sembilan masalah pendidikan di DKI Jakarta beserta solusinya. Saat itu, kata dia, Jokowi hanya didampingi dua asisten pribadinya. Pertemuan berlangsung selama kurang dari 1 jam.

Kemudian, Jokowi memerintahkan asisten pribadinya untuk menelepon Kadisdik DKI Jakarta yang masih dijabat oleh Taufik Yudi untuk datang ke Balai Kota.

"Di akhir pertemuan, Pak Jokowi meminta kami juga menyampaikan hal yang sama ke Pak Ahok, karena kata beliau (Jokowi), urusan pendidikan diserahkan ke wagub," ujar Retno.

Sepuluh hari kemudian, yakni pada 19 November 2012, Retno kemudan bertemu dengan Ahok di ruang kerja wagub, sekitar 1 jam. Dalam pertemuan itulah, tawaran untuk menjadi Kadisdik kepada Retno terlontar dari Basuki.

Berdasarkan keterangan Basuki, dia menawarkan Retno menjadi kadisdik karena sudah memberi masukan macam-macam soal pendidikan. Untuk itu, dia menantang Retno untuk terlibat langsung membereskan masalah pendidikan di DKI.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memerintahkan Dinas Pendidikan DKI untuk memberikan sanksi kepada Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Retno Listyarti. Retno diketahui keluyuran saat SMAN 3 menggelar ujian nasional (UN), Selasa (14/4/2015) lalu.

Saat itu, Retno justru menyambangi SMAN 2, Olimo, Jakarta Barat, yang sedang ditinjau oleh Presiden Joko Widodo, Basuki, dan Mendikbud Anies Baswedan.

Menurut Basuki, perilaku Retno yang memilih untuk melakukan sesi wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta dibanding mengawasi anak muridnya UN adalah kesalahan besar. 

"Biar Dinas yang putuskan, tetapi pasti dia akan kami kasih sanksi. Pertama, dia enggak pakai seragam, dan kedua, dia juga masih pegang organisasi. Ingat, Anda ini kepala sekolah lho, bukan cuma guru," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (17/4/2015).

Kekesalan Basuki semakin memuncak ketika beberapa waktu lalu Retno mengungkapkan perannya di Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) lebih dilindungi ketimbang perannya sebagai kepala sekolah yang harus berada di sekolah. Adapun perannya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) FSGI dilindungi oleh Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Tugasnya adalah berbicara untuk kepentingan pendidikan.

Sementara itu, ketentuan kepala sekolah harus berada di sekolah selama pelaksanaan UN diatur di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010.

"Sekarang kalau bicara pengurus, organisasi di Indonesia itu mana ada sih yang tunggal? Betul enggak? Sekarang kalau Anda mau jadi Sekjen (FSGI), berhenti saja dari kepala sekolah, ya kan," kata Basuki. 

Apakah akibat hal ini Basuki akan memecat Retno? "Ya memang dia mesti dipecat dari kepala sekolah. Tapi, Dinas yang akan lakukan, bukan saya yang bisa pecat. Dinas (Pendidikan) yang bisa (pecat Retno)," kata Basuki.

Sebelumnya, Retno mengaku siap diberi sanksi jika salah. Namun, ia tidak merasa melakukan kesalahan karena diwawancarai sebuah stasiun televisi. 

"Selain kepala sekolah, saya juga petinggi organisasi guru. Saya diwawancarai tentang kebocoran soal UN (ujian nasional). Itu peran saya sebagai petinggi organisasi guru," ujar Retno kepadaKompas.com, Selasa (14/4/2015).  (KCM)

 

 

 

 

 

 

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...