25 August 2019

Serangan Air Keras Disebut TPF Bukan Untuk Membunuh Novel

KONFRONTASI  -  Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Novel Baswedan menyimpulkan penyiraman air keras yang menimpa Novel bukan untuk membunuh penyidik senior KPK itu.

Dikatakan Ketua TPF Nurkholis, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap cairan air keras yang disiramkan ke wajah Novel dalam peristiwa yang terjadi pada 11 April 2017 lalu tepatnya di dekat kediaman Novel, Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"TPF melakukan evaluasi dan pendalaman terhadap zat kimia yang digunakan untuk menyiram wajah korban dengan melakukan analisa dan wawancara tambahan terhadap Puslabfor Polri, pendalaman hasil visum et repertum RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, saksi ahli kimia dari Universitas Indonesia, dan saksi Dokter spesialis mata," papar Nurkholis.

Hal itu dikatakannya saat jumpa pers hasil akhir investigasi kasus Novel di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

"Didapat fakta-fakta bahwa zat kimia yang digunakan pada peristiwa penyiraman pada wajah korban adalah asam sulfat (H2SO4) berkadar larut tidak pekat," sambungnya.

Penyiraman larutan tersebut, sambung Nurkholis, tidak mengakibatkan luka berat permanen pada wajah Novel dan bahkan baju gamis yang dikenakan korban tidak mengalami kerusakan.

"Dan penyiraman tersebut tidak mengakibatkan kematian," sambung Nurkholis.

"TPF sendiri meyakini adanya probabilitas bahwa serangan terhadap wajah korban bukan dimaksudkan untuk membunuh tetapi membuat korban menderita," imbuhnya lagi.(jFT/sKALA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...