18 October 2018

Seorang Profesor IPB Tak Gentar Hadapi Pembakar Hutan

KONFRONTASI - 

GURU Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Bambang Hero Sarjono yang digugat PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) senilai Rp510 miliar akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Negeri Cibinong, pada Rabu, 17 Oktober 2018 mendatang. Bambang digugat karena perannya sebagai saksi ahli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam kasus kebakaran lahan gambut seluas 1.000 hektare di Rokan Hilir, Riau, pada 2013 silam.

Ia menyatakan, gugatan JJP tidak berdasar hukum dan mengada-ada. Mengacu pada UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, saksi ahli tidak dapat digugat. "Sejengkal saja saya tidak akan mundur. Saya akan terus memperjuangkan hak-hak konstitusi rakyat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat," ujarnya.

Pengadilan, kata Bambang, harus menolak gugatan ini. Kalau tidak, maka akan semakin sedikit saksi dan ahli yang mau membantu pemerintah dalam melindungi hak masyarakat oleh kejahatan yang dilakukan korporasi.
"Saya mengajak teman-teman akademisi untuk terus memperjuangkan keadilan ekologi demi generasi saat ini dan akan datang," pungkasnya.

Pada 28 Juni 2018 lalu, Mahkamah Agung (MA) memutuskan PT JJP bersalah karena terbukti membakar lahan gambutnya dan diminta membayar ganti rugi serta biaya pemulihan sebesar Rp491,03 miliar. JJP adalah salah satu dari lima korporasi yang telah diputus bersalah oleh pengadilan dan putusan hukumnya dinyatakan (Inkracht van gewijsde).
Belum sempat dieksekusi, PT JJP menggugat balik Prof Bambang ke Pengadilan Negeri Cibinong.(Juft/Media Indonesia)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...