20 September 2019

Seminar Internasional Pendidikan Usia Dini Memperingati 100 Tahun Aisyiyah Mengabdi

KONFRONTASI -  Ratusan guru TK ‘Aisyiyah Busthanul Athfal (TK ABA) ambil bagian dalam International Conference on Early Childhood Education and Care of Aisyiyah yang digelar dalam rangka Peringatan 100 Tahun ‘Aisyiyah, Rabu (21/8/2019). Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta Timur tersebut dibuka resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Turut hadir Rektor UHAMKA Prof Gunawan Suryoputro, Ketua Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Masyitoh Chusnan dan Dr. Chandrawaty, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Aisyiyah.

Mendikbud Muhadjir dalam sambutannya mengatakan ‘Aisyiyah yang berdiri sejak 1919 merupakan organisasi wanita terbesar di Indonesia telah berjuang untuk Pendidikan Usia dini (PAUD). Dimana pada saat itu, pendidikan hanya tersedia untuk kalangan yang dekat dengan pemerintahan penjajahan Belanda.

“Saat itu pendidikan hanya bisa diakses oleh mereka yang dekat dengan pemerintah Belanda,” kata Mendikbud.

Menyadari persoalan pendidikan yang memprihantinkan, Nyai Siti Walidah, istri dari KH. Ahmad Dahlan pun berjuang mempelopori kegiatan di bidang pendidikan bagi kaum wanita dan mengembangkan Pendidikan Usia Dini (PAUD) demi lahirnya generasi penerus yang berkualitas membangun bangsa. Lalu berdirilan TK ‘Aisyiyah Busthanul Athfal (TK ABA) yang awalnya bernama Frouble Aisyiyah Kindegarten.

TK ABA merupakan lembaga pendidikan usia dini atau PAUD yang pertama kali dimiliki pribumi dimasa penjajahan Belanda. Berdiri atas inisiasi Putri Muhammad Kamaludin Ningrat yang bernama Siti Umniyah yang saat itu menjabat sebagai ketua Siswo Proyo Wanito, Sebuah perkumpulan Pelajar Wanita Sekolah Muhammadiyah yang di bentuk oleh Sumo Dirjo.

Menurut Mendikbud, berdirinya TKA ABA merupakan bentuk sumbangsih Aisyiyah sebagai organisasi yang tak terpisahkan dari Muhammadiyah terhadap bangsa dan Negara Indonesia.

“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Aisyiyah terutama terkait kepeloporan pendidikan anak usia dini di Indonesia,” tambah Mendikbud.

Ketua Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Masyitoh Chusnan mengatakan TK ABA pertama yang menjadi perintis TK ABA lainnya adalah TK ABA Kauman, Yogyakarta. TK ini didirikan dengan tujuan untuk memberikan pendidikan tentang dasar-dasar keislaman bagi anak-anak guna menumbuhkan jiwa nasionalisme dan sekaligus merespon popularitas Frouble School yang berorientasi Eropa yang dikelola oleh Belanda sejak 1914.

“Semangat pembaharuan selalu di gelorakan TK ABA sebagaimana spirit Kyai H. Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan dalam modernisasi pendidikan dan pemberdayaan kaum perempuan,” jelasnya.

Berawal dari TK ABA Kauman yang menjadi pelopor PAUD di Indonesi,  saat ini TK ABA yang dikelola Aisyiyah telah tersebar diseluruh penjuru tanah Air bahkan hingga ke luar negeri.  Di usianya yang kini mencapai seabad dari tahun 1919 hingga tahun 2019 ini TK ABA tetap eksis dengan kekhasan model pendidikan anak usia dininya yang terkemuka di Indonesia.

Menurutnya sebagai amal usaha ‘Aisyiyah, TK ABA menjadi proses penting bagi system pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini di Indonesia. Dimana TK ABA merupakan pioneer dalam perhatian dan pelayanannya terhadap pentingnya pendidikan bagi anak usia dini

Diakui Masyitoh, peran TK ABA begitu besar bahkan diperkirakan telah melayani lebih dari 25 % populasi anak usia dini di Indonesia, melalui PAUD TK ABA yang kini berjumlah lebih dari 20 ribu institusi. TK ABA menyebar di seluruh pelosok negeri bahkan manca negara.

Jumlah ini terus bertambah dengan tipe pendidikan yang beragam, mulai dari Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal  dan juga satuan PAUD yang lain seperti TPA (Taman Pendidikan Anak), KB (Kelompok Bermain), (SPS Satuan PAUD Sejenis) dan TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran).

Eksistensi PAUD ‘Aisyiyah yang begitu besar dan terus berkembang lanjut Masyotoh menjadi tonggak bersejarah dalam pendidikan di Indonesia mengingat usia 100 tahun dalam hitungan Masehi, dan 103 tahun dalam hitungan Hijriah. Ini adalah usia yang panjang bahkan melebihi usia Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI) yang berusia 74 tahun pada Agustus 2019.

Sementara itu, Dr. Chandrawaty, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Aisyiyah, menjelaskan perayaan 100 tahun Aisyiyah ini akan dijadikan momentum yang baik dan sangat tepat untuk ‘Aisyiyah dalam aksi ber-ta’awun (tolong menolong) dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang ramah anak dan berkualitas.

“Segala bentuk kegiatan yang kami selenggarakan mulai talkshow,  Berhikmat untuk Negeri dan hari Ini kita menggelar seminar internasional yang semuanya itu mengarah pada peningkatan kualitas PAUD, berdasarkan ilmu PAUD dari hasil riset terkini dan berbagai rekomendasi  praktik PAUD yang terbaik demi terus majunya TK ABA,” kata Chandrawaty yang juga dosen UHAMKA.

Usia 100 tahun menurutnya bukan usia yang singkat bagi lembaga PAUD. Banyak dinamika yang mengiringi penyelenggaraan dan pengelolaan. Sebagai Lembaga pendidikan swasta yang mampu bertahan ditengah derasnya arus globalisasi sangatlah langka.

“Konsistensi dan eksistensi pelayanan ini menjadi bukti atas kerja keras, serta  tangguh dalam menjalankan amanah, selain itu juga memiliki kapasitas dalam tata kelola anggota serta amal usaha pendidikan khususnya PAUD,” lanjutnya.

Pencapaian usia 100 tahun TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal ini juga tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, selain pengurus Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Majelis Dikdasmen, para guru PAUD ‘Aisyiyah dan juga para alumni TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal.

Adapun rangkaian kegiatan 100 tahun ‘Aisyiyah yang telah dirancang dan akan kita laksanakan bersama baik di pusat maupun wilayah antara lain seminar internasional yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah, Tasyakur Akbar 100 Tahun TK ‘Aisyiyah Busthanul Athfal yang akan diselenggarakan pada 16 November di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kemudian Gerakan Philanthrophy 100 TahunTK ‘Aisyiyah Busthanul Athfal akan dilakukan dengan menggalang dana sepanjang tahun dari berbagai bidang bisnis dan industry serta perbankan maupun perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

“Kami juga akan memberikan penghargaan kepada Pendidik PAUD dan Penggiat PAUD ‘Aisyiyah akan dilaksanakan pada saat berlangsungnya tasyakur akbar,” tutup Chandrawaty.(Jft/TheIndonesiaTimes)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:38
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:26
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:10
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:05
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:02
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:58
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:50
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:49
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:45
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:45
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:12
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:09