24 August 2019

Sekolah Parpol Bukan Jaminan Kepala Daerah Bebas Korupsi

KONFRONTASI-Sekolah partai politik (Parpol) yang dibangun elite partai tidak akan menjamin kepala daerah maupun anggota legislatif terbebas dari korupsi.

"Sekolah partai ini mau dibangun elite partai hanya mencoba untuk menarik perhatian publik supaya partai itu dianggap bekerja. Padahal, kepercayaan publik semakin menurun atas bobroknya partai politik (Parpol)," ujar Pengamat politik dari Universitas Summatera Utara (USU), Wara Sinuhaji, seperti dilansir Suara Pembaruan, Senin (6/7) malam.

Sinuhaji mengatakan, sekolah partai yang rencananya dibangun sejumlah partai politik, merupakan bentuk akal-akalan. Sekolah partai itu merupakan bentuk kegagalan dari kaderisasi partai itu sendiri. Apalagi, banyak kader dari elite partai yang terjerumus dalam kasus korupsi.

"Kaderisasi itu merupakan bentuk pendidikan di dalam partai. Namun, pola kaderisasi itu tidak berjalan dengan baik. Apalagi, banyak kader partai yang keluar partai kemudian membangun partai baru. Partai dibangun hanya untuk mencari kekuasaan," katanya.

Sinuhaji menyarakan, pimpinan elite partai lebih baik mengikuti pola perekrutan pimpinan partai semasa sebelum dan setelah Indonesia merdeka. Dimana, pimpinan partai berhasil melakukan kaderisasi yang menjadikan orang di dalamnya sangat militan.

"Banyak pola kaderisasi itu yang bisa diajarkan kepada setiap kader. Mulai dari penyampaian visi dan misi partai, etika maupun komunikasi politik yang dibangun. Jika gagal dalam pemilihan kepala daerah tidak perlu meninggalkan partai melainkan membangun kepercayaan publik untuk membangun partai itu sendiri," sebutnya.

Ditambahkan, kepala daerah lulusan sekolah partai lebih mudah diintervensi oleh elite partai yang membesarkannya. Sebab, tanpa adanya sekolah partai seperti kondisi saat ini pun, kepala daerah masih banyak yang diintervensi oleh partai pendukungnya.[mr/sp/bst]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...