14 October 2019

Sejarah Menyatunya Keindonesian dan Keislaman pada Tahap-Tahap Kritis RI dan NKRI

Sejarah Menyatunya Keindonesian dan Keislaman pada Tahap-Tahap Kritis RI dan NKRI

Tujuan Proklamsi RI 17 Agt 1945 itu sederhana saja: Proklamasi Merdeka dari dominasi Asing dan Pribumi Indonesia Berdaulat di Tanah Sendiri.

Proklamasi 17 Agt 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta disambut Tokoh Islam dan Umat Islam dengan :

1). Pengesahan UUD 1945 dan Pancasila  pada tanggal 18 Agt 1945, sebagai Konstitusi dan Dasar Negara. Pengesahan Konstitusi dan Dasar Negara ini dipimpin oleh Mr Kasman Singodimedjo sebagai Ketua DPR RI 1945 (Ketua PPKI 18 Agt 1945). Sekaligus merubah Piagam Jakarta yg merupakan Produk Panitia  9 BPUPKI yg diketuai oleh Bung Karno. 

Perubahan Piagam Jakarta menjadi Pancasila hari ini adalah kontribusi besar 3 Tokoh Islam: KH Hasyim Asy'ari (NU), Ki Bagus Hadikoesoemo (Muhammadiyah), Mr Kasman Singodimejo (Masyumi, Ketua DPR RI 1945 atau Ketua PPKI).

18 Agt diperingati setiap tahun sebagai Hari Konstitusi dan Penetapan Dasar Negara

2). Dibawah Ketua BKR (Badan Keamanan Rakyat) Pusat Mr Kasman Singodimedjo kemudian Merubah BKR menjadi TKR (TNI) pada tanggal 5 Okt 1945 dan Palagan Ambawara pada 15 Des 1945 dibawah Panglima Besar Jenderal Soedirman (Santri dan Pengurus Muhammadiyah). 

5 Okt Setiap tahun diperingati  sebagai Hari TNI dan 15 Des sebagai Hari TNI AD

3). Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 oleh KH Hasyim Asy'ari dan Resolusi Jihad 7 Nop 1945 oleh Munas Masyumi di Jokjakarta. 

Diperingati setiap tahun pada 22 Okt sebagai Hari Santri Nasional

4). Jihad Surabaya dipimpin Bung Tomo dengan Takbir dan Pekik Merdeka yg menggelegar 10 Nop 45 mengalahkan Tentara Sekutu Pemenang Perang Dunia Kedua.

10 Nop diperingati setiap tahun sebagi Hari Pahlawan

5). Proklamasi PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) 19 Des 1948 oleh Presiden PDRI Mr Syafrudin Prawiranegara (Tokoh Masyumi) sehingga RI yg sudah dibubarkan oleh Penjajah Belanda menjadi gagal dan RI tetap diakui dalam pergaulan Diplomasi Internasional.

19 Des diperingati setiap tahun sebagai Hari Bela Negara

6). Mosi Integal Natsir melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Bapak NKRI, Ketua Umum Masyumi) 17 Agt 1950. Berubahlah bentuk negara dari Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi NKRI.

17 Agt diperingati sebagai Hari Proklamasi RI dan NKRI

Tokoh2 Islam tersebut di atas bersama dengan Umat Islam dan Umat yg lain bahu membahu mempertahankan RI dan NKRI yg baru berdiri untuk Kemerdekaan NKRI dari Dominasi Asing dan terwujudnya NKRI Adil Makmur seperti Amanat UUD 1945

Momen-Momen Kritis eksistensi RI dan NKRI menjadi catatan sejarah emas Kesatuan Keindonesian dan Keislaman

Setiap tahap kritis yg membahayakan RI dan NKRI Umat Islam selalu tampil sebagai Garda Terdepan Pembela RI dan NKRI bersama2 dengan Pencinta NKRI. Kapanpun itu diperlukan. Karena Kecintaan Umat Islam kepada Keindonesian dan Keislaman yg sudah menyatu dalam diri Umat Islam Indonesia.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran.

Andy Azisi Amin

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...