25 August 2019

"Seandainya Jogya Mau, Indonesia Milik Jogya."

Oleh: Emha Ainun Nadjib

 

Siapapun yang pernah tinggal di Jogya, wisata ke Jogya, atau pernah sekolah di Jogya, akan terasa Jawa-nya.

Dan itu artinya, maaf, tak boleh ada ruko-ruko Cina dgn pagar tinggi menjulang, gembokan, susah diajak kerja bakti, tinggalnya cuma di komplek sesama Cina, anak-anaknya juga sekolah di sekolah anak-anak Cina, kawinnya juga hanya dgn sesama Cina, lantas kalian skrg paling lantang teriak Pancasila dan NKRI ?

Andai Raja Jogya mau, cukuplah Raja Jawa yg memimpin turun-temurun Indonesia.
Indonesia adalah "Kerajaan Inggris" dari Tanah Jawa!

Tapi dari dulu Jogya sudah kaya, ketika kalian semua miskin dan papa, tanpa sandal dan selatu, nyeker, dgn perut buncit krn busung lapar, telanjang dada dan bodoh.

Apa yang dikatakan Raja Jogya waktu itu?
"Silahkan .... lanjutkan pemerintahan di Jakarta,” ujar Sri Sultan Hamengkubuwono IX saat menyerahkan cek sejumlah 6 juta gulden kepada Ir.Soekarno.

Ir. Soekarno, Bung Hatta dan sejumlah menteri saat itu pun menangis terisak, terharu.

Artinya, bukan cuma cek saja yang diserahkan. Itu sama artinya, memberikan kekuasaan.

Cuma ada tiga daerah istimewa di negeri ini, DKI Jakarta, Aceh dan Jogya. Tiga kekuatan bangsa ini: "Republik, Islam dan Nasionalis."

Jadi buang sombongmu itu yang hendak menggugat lagi Raja Jogya hanya krn Cina tak boleh punya tanah di tanah Jogya.

Krn tanah Jogya, maaf, memang bukan untuk Cina.
Silakan Sinar Mas Group punya 5 juta hektar tanah di Bumi Pertiwi ini, tapi jgn sejengkal pun tanah di Jogya.
Sedumuk bathuk, senyari bumi!

Seandainya Raja Jogya mau ....
Kalian semua abdi dalem, termasuk tukang meubel solo itu.
Kalian tdk setuju?
Berontaklah sekarang..!! (*)

Diteruskan oleh : Pusat Dokumentasi, Publikasi, Komunikasi dan Data Atlantika Institut Nusantara

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...