23 February 2019

Sandiaga Uno Sebut Kerusuhan di Penjaringan Akibat Ketimpangan Ekonomi

Konfrontasi - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, memberi komentar terkait dengan insiden kerusuhan di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 4 November 2016. Sandi menilai insiden itu terjadi akibat ketimpangan ekonomi yang semakin lebar di Jakarta.

"Secara umum, saya belum ingin berkomentar banyak, karena pernyataan resmi dari Anies-Sandi akan disampaikan oleh Pak Anies," ujar Sandi saat blusukan ke Kelurahan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11/2016). "Namun saya melihat ini ada akibat dari ketimpangan ekonomi yang hari ini semakin lebar di Jakarta," katanya menambahkan.

Sebelumnya, demonstrasi yang awalnya terpusat di sekitaran Monas, ikut menyulut kericuhan massa di daerah Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan massa yang terlibat kericuhan tidak ada kaitannya dengan demonstrasi di depan Istana Negara.

Dalam aksinya, pihak tak bertanggung jawab itu sempat menjarah salah satu minimarket yang berada di daerah tersebut. Pihak kepolisian pun sudah menangkap 15 orang yang diduga terkait dengan aksi penjarahan itu.

Sandi memandang insiden tersebut tidak terlepas dari tingginya tingkat pengangguran yang ada di Jakarta Utara. "Saya sudah melihat bahwa memang lapangan pekerjaan di Jakarta Utara itu memang sedikit," kata Sandi mengungkapkan.

Tingginya tingkat pengangguran, ujar Sandi, juga merupakan efek dari ketimpangan ekonomi yang semakin melebar. "Ketimpangan ekonomi akan mudah sekali memicu kecemburuan sosial, sehingga ketika ada momentum yang menyulut sedikit saja, maka aksi seperti inilah yang akan terjadi," ucapnya.

"Padahal, seharusnya Jakarta Utara lah yang lebih maju dan banyak lapangan pekerjaan karena mereka waterfront," tutur Sandi. "Di mana-mana di dunia ini, wilayah waterfront lah yang lebih maju dan makmur."

Sandi mengatakan ketimpangan ekonomi dan pengangguran ini juga terjadi akibat kurangnya perhatian pemerintah DKI Jakarta terhadap kewirausahaan. "Pemerintah provinsi lebih banyak berpihak pada pengusaha besar, sementara untuk pengusaha kecil, UMKM, atau yang belum sama sekali, tidak diperhatikan," katanya. (tmp/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...