24 October 2019

Reshufle Jokowi Berbuah Nuansa Baru adalah Terpilihnya Rizal Ramli

KONFRONTASI - Di tengah tekanan dahsyat perbandingan nilai tukar antara dolar Amerika terhadap mata uang rupiah, ternyata ada realita yang cukup unik muncul saat langkah politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) me-reshuffle kabinetnya.

Reshuffle bagi Jokowi adalah hendak menunjukkan niatnya mengakomodir suara publik dan sekaligus partai politik pendukungnya namun sembari tetap menyisipkan pemikirannya sendiri.

Walau di sisi lain terlihat keputusan itu berkonsekuensi bahwa Jokowi bisa dinilai masih memiliki kekeliruan diawal-awal pembentukan Kabinet Kerja, namun, kekeliruan itu adalah hal umum yang jamak dilakukan oleh Presiden baru.

"Yang utama, bagaimana Jokowi bisa memperbaiki kekeliruannya," sebut Amir Hamzah, peneliti utama pada The Jokowi Institute dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (26/8).

Hasil yang mengejutkan dari reshuffle adalah pilihan Jokowi berbuah nuansa baru yang belum pernah terjadi, yakni salah satu menteri koordinatornya Rizal Ramli membawa angin segar.

"Kami sebut angin segar karena suasana istana yang biasanya sepoi-sepoi karena para menterinya sibuk ikut-ikutan bercitra diri hingga cenderung membuat Presiden nyaman. Sekarang semua berubah menjadi hadir rasa takut, umumnya bagi menteri lain bahkan sampai mengganggu kenyamanan dari wakil presiden," jelas Amir.

Menurutnya, kondisi tersebut di luar setting besar namun terlihat sudah diprediksi Presiden Jokowi. Diperkuat dengan adanya penambahan lingkup kewenangan kerja bagi Rizal Ramli.

"Terlihat Jokowi agak sedikit berani menambahkan bidang pekerjaan Rizal Ramli di kala angin sudah mulai kencang menerpa lingkungan kepresidenan. Artinya, Jokowi sesungguhnya tidak pernah terganggu dengan angin baru tersebut, malah dia diuntungkan," beber Amir.

Pemikiran banyak kalangan bahwa Jokowi tersandera mantan Kepala Staf Presiden (KSP) juga dengan sendirinya menjadi pupus, walau posisi Luhut Panjaitan naik menjadi menteri koordinator. Di saat yang sama ada Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman yang bisa juga seketika menjadi kompetitor opini terhadap Luhut.

"Sehingga Jokowi tidak perlu lama tersandera," tambah Amir.

Dia menambahkan, tarian politik Jokowi membuat orang banyak berpikir ulang. Umumnya sedari awal tidak menyangka bahwa Jokowi mampu menggoreng kesalahan saat menempatkan pembantunya karena kondisi saat itu yang memang memerlukan super pertimbangan. Sekarang Jokowi hendak menyatakan pada publik bahwa dia mampu me-manage pembantu-pembantunya.

"Selanjutnya, kami prediksi langkah yang akan dilakukan Jokowi adalah menata institusi KSP. Presiden akan semakin mudah untuk menentukan siapa yang pas untuk menggantikan posisi yang ditinggal Luhut," tambah Amir.

Lebih jauh, lanjut Amir, sebagai angin baru KSP makin menguatkan Jokowi mengelola pemerintahan yang utamanya menopang penguatan Kabinet Kerja.

"Sekaligus, semoga saja nilai tukar rupiah kita bisa dikuatkan Presiden Jokowi atau justru dolar Amerika itu yang akan melemahkannya," tegasnya   (Juft/Rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...