7 December 2019

Rekam Jejak Mumpuni, Bamsoet Berpotensi Pimpin Golkar

KONFRONTASI-Kiprah dan rekam jejak Bambang Soesatyo (Bamsoet) di kancah perpolitikan nasional dinilai menjadi modal berharga jelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.

Pengamat politik Indonesian Public Institute Karyono Wibowo, mengaggap, Bamsoet satu di antara politikus yang memiliki rekam jejak mumpuni. Bamsoet selain dikenal sebagai Ketua DPR, juga dipandang mahir dalam pergaulan sosial politik termasuk lentur melakukan jejaring politik.

"Rekam jejak dan pengalamannya cukup panjang mulai dari pengusaha, pimpinan organisasi massa dan organisasi profesional, pimpinan partai, hingga saat ini mengemban tugas sebagai Ketua DPR. Rekam jejak ini bisa jadi modal untuk memimpin Golkar," kata Karyono, di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Bamsoet terhitung sudah belasan tahun bergabung dengan Golkar. Pada awal dirinya masuk ke Golkar pada 2008, Bamsoet langsung dipercaya menjadi Wakil Bendahara Umum DPP. Tak berlebihan, Bamsoet dikenal luas di internal kader maupun partai lain.

Setelah itu, dia terpilih menjadi anggota DPR RI Periode 2009-2014 dan duduk di Komisi III. Selama itu Bamsoet dikenal sebagai salah satu dari sembilan anggota DPR yang membentuk Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century.

Rekam jejak Bamsoet yang mumpuni bisa membuat dirinya sukses jika memimpin Golkar. Sebagai informasi, Bamsoet telah digadang-gadang sebagai calon ketua umum Golkar menggantikan Airlangga Hartarto.

Desakan pergantian ketua umum mengemuka terlebih pasca Golkar gagal mencapai target perolehan suara di Pemilu legislatif 2019. Hal ini diperparah dengan menurunnya perolehan suara Golkar di Pileg 2019 dibanding Pileg 2014.

Pada pemilu 2014, Golkar mendapat 14,7 persen suara dan menjadi peraih suara terbanyak kedua. Akan tetapi, suara Golkar merosot hingga 12,31 persen pada Pileg 2019. Perolehan itu di bawah suara PDI Perjuangan yang meraih 19,33 persen dan Gerindra dengan 12,57 persen.

Menurut Karyono, penurunan suara Golkar di Pemilu tak bisa dilepas dari tantangan yang dihadapi partai ini, yakni banyaknya elite dan kader yang terjerat kasus korupsi.

"Tantangan Golkar semakin berat. Salah satunya diterpa sejumlah skandal korupsi yang menjerat beberapa kader utama. Selain itu, Golkar dihadapkan pada situasi politik yang sulit, akibat konflik internal yang terjadi sebelumnya," tandasnya. [mr/snd]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...