26 May 2019

Rakyat Jawa Bergerak di Surabaya: Rakyat Inginkan Perubahan dan Pergantian Kepemimpinan Nasional

KONFRONTASI, SURABAYA- Rakyat Indonesia ingin perubahan dan pergantian kepemimpinan nasional secara demokratis, jurdil, damai dan luber  dalam pilpres 2019 ini. Perubahan ini  harus bermakna, berkomitmen dan bernilai bagi rakyat kita yang jelas-tegas ingin kembali kepada UUD1945, reformasi agraria dan Trisakti Soekarno untuk keselamatan bangsa dan negara. Pemerintahan baru nanti tidak boleh mengulangi lagi Neoliberalisme dan kesalahan pemerintah-pemerintah sebelumnya di era reformasi yang terbukti  gagal, lemah dan pucat, semakin tidak mandiri dan tidak berdaulat.

Demikian pandangan Mantan Danjen Marinir Letjen TNI (Purn) Suharto, Komandan Barisan Soekarno 1966 Suko Sudarso, Mantan Sekjen Golkar Mustahid Astari dan Mantan Ketua Umum GP Ansor  KH Choirul Anam di Surabaya, Sabtu 16/3/1019. Para panelis itu berbicara di forum diskusi publik Perubahan 2019 untuk  Pemulihan Kedaulatan dan Keutuhan NKRI

Menurut  para panelis dalam diskusi itu, civil society dan rakyat Indonesia  menghendaki dan mengharuskan Prabowo Subianto melaksanakan tiga  visi-misi dan program Soekarno dan para pendiri bangsa (Founding Fathers and Mothers) yang sangat krusial yaitu:

Pertama, Indonesia Kembali kepada UUD 1945

Kedua, Melaksanakan Reformasi Agraria,

Ketiga, Melaksanakan Trisakti ( Berdaulat di bidang politik, Berdikari di bidang Ekonomi dan Berkepribadian dalam kebudayaan)

Mantan Danjen Marinir Letjen TNI (Purn) Suharto, Komandan Barisan Soekarno 1966 Suko Sudarso, Mantan Sekjen Golkar Mustahid Astari dan Mantan Ketua Umum GP Ansor  KH Choirul Anam  mencatat bahwa Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto  sudah menegaskan bahwa saat ini sebagian besar rakyat Indonesia menginginkan perubahan atasan kondisi sosial, politik, hukum, dan keamanan bahkan ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini.  Bahkan, setelah dilantik  jadi Presiden, Prabowo berjanji  mengembalikan  lahan HGU-nya  dan melepas Saham Mayoritas Perusahaannya itu kepada negara.

‘’Kita pun menyaksikan bahwa rakyat Indonesia menginginkan perubahan tersebut, rakyat Indonesia menuntut perubahan, rakyat Indonesia tidak mau dibohongi lagi. Itu artinya kepemimpinan nasional yang baru, harus memberikan harapan dan kepercayaan karena menjalankan amanat rakyat’’ kata Suko Sudarso, Cak Anam  dan Suharto.Cak Mustahid menambahkan, pemerintahan baru nanti harus melaksanakan apa maunya rakyat demi keadilan sosial dan maslahat rakyat.

Para panelis mengungkapkan, semua ini terjadi karena Joko Widodo  tidak kompeten, tidak becus dan dikendalikan oligarki serta sudah kehilangan pamornya.  ''Masyarakat Indonesia sudah menunjukkan dan mengekspkresikan sikap/respon pada seluruh elite bahwa Jokowi tidak akan menang kecuali mungkin dengan cara curang, dan sebaliknya Prabowolah yang pasti menang kalau pemilu jujur dan adil, luber ini karena rakyat memang menginginkan perubahan dan pergantian kepemimpinan nasional yang terbukti tak kompeten dan dikendalikan oligarki,''  demikian para panelis forum Surabaya yang akan ditutup dengan maklumat rakyat dari Surabaya siang ini. .

Bak gayung bersambut, Pertemuan Rakyat Surabaya ini meneruskan resonansi dan dorongan moral dan spirit dari  ''Rakyat Jawa Bergerak yang Dicetuskan  tokoh nasional Rizal Ramli (RR) di Semarang, Jumat kemarin untuk menggetarkan masyarakat seluruh lapisan dan golongan menuju perubahan, mengakhiri kegagalan Joko WIdodo. ''Deklarasi dan Maklumat Surabaya ditunggu rakyat Indonesia yang sudah bergerak menuju perubahan. Api pembaruan berkobar  dari Semarang dan Solo serta Yogyakarta, Serang, Bandung, Malang  dan Surabaya, seluruh Jawa maupun Indonesia,'' kata RR, Mantan Menko Kemaritiman dari Semarang setelah sebelumnya keliling Jogja dan Jawa Timur. serta luar Jawa (KF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...