21 April 2018

Presiden K Sarbumusi, Syaiful Bahri Anshori Ingatkan Pentingnya Kemampuan Bernegosiasi

KONFRONTASI -  Presiden DPP Konfederasi Serikat Buruh Muslim Indonesia (K-Sarbumusi), Syaiful Bahri Anshori mengapresiasi langkah yang diambil oleh Serikat Pekerja Holcim Indonesia (SPHI) yang telah mengadakan pelatihan teknik negosiasi dalam hubungan industrial bagi pengurus dan anggota SPHI.

Menurutnya banyak serikat buruh yang tidak mengetahui Teknik dalam bernegosiasi dalam hubungan industrial sehingga selalu gagal dalam melakukan pembelaan terhadap buruh yang terkena masalah.

“Kita masih lemah dibidang advokasi, misalnya buruh yang sedang terkena masalah. Kita terkadang masih kebingungan dalam melakukan pembelaan terhadap buruh yang terkena masalah. Acara ini sangat penting sebagai bekal untuk negosiasi dalam hubungan industrial,” kata Syaiful dalam sambutannya saat membuka pelatihan Teknik negosiasi dalam hubungan Industrial, di Ciloto, Jum’at (12/1/2017).

Selain itu Syaiful melanjutkan, banyak perusahaan yang sewenang-wenang dalam melakukan hubungan industrial. Oleh karena itu dirinya mengingatkan kepada perusahaan untuk tidak menyepelekan keberadaan buruh.

“Perusahaan itu tidak boleh semena-mena terhadap hak buruh, jika terjadi permasalahan yang masih bisa di komprikan ya jangan mau pecat. Buruh itu mitra bukan sub ordinat,”tegas Syaiful

“Maka buruh itu perlu didik, dengan pelatihan-pelatihan yang dapat menunjang komptensi, dan kemampuan pekerja. Bukannya di PHK,” sambungnya.

Lebih lanjut Syaiful mengingatkan kepada seluruh Federasi yang bernaung dibawah DPP Konfederasi Serikat Buruh Muslim Indonesia (K-Sarbumusi) untuk dengan ikhlas dan jujur dalam memperjuangkan hak dan nasib buruh.

“Perjuangannya harus jujur, tingkah lakunya harus jujur. Kita akan secara bersama-sama untuk memperjuangkan kesejahteran buruh. Kita harus kompak,” tegasnya

Anggota Komisi I DPR RI tersebut juga meminta agar terus menjaga silaturahim dengan tokoh-tokoh politik. Menurutnya, hal tersebut memiliki peran penting untuk membantu buruh dalam mendapatkan hak-haknya.

“Kultur silaturahim mari kita jaga, untuk kepentingan umat. Kita harus dialog dengan tokoh politik, jangan apolitis, karena (nasib buruh) sangat bersinggungan langsung dengan politik, pembuatan uu politik, semuanya politik, aturan juga keputusan politik,” pungkasnya.(Jft/K.Sarbumusi)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...