23 November 2017

Presiden Buka Peluang Islah Partai Golkar

Konfrontasi - Ketua Umum Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Ancol Agung Laksono dan Ketua Dewan Pertimbangan Munas Bali Akbar Tanjung bersama-sama hadir di Istana Negara. Agung dan Akbar bertemu Presiden Joko Widodo untuk membahas peluang damai  kedua kubu.

"Saya tak tahu kalau dia ke sini, jadi saya baru tahu Akbar ke sini baru tadi. Saya ke sini sendiri saja," kata Agung.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Agung, keduanya melaporkan soal kondisi dan keinginan Golkar untuk menyelesaikan konflik internal tanpa intervensi pemerintah. Hal tersebut juga diklaim sebagai keinginan Jokowi yang enggan ikut campur.

Agung menyatakan, sudah disampaikan pula adanya tim juru runding antarkedua kubu yang tengah berunding untuk keputusan islah dalam kurun 60 hari. Meski demikian, kubu Ancol ogah untuk menarik gugatan hukum yang sudah terlanjur masuk ke pengadilan.

"Kami menyampaikan apresiasi besar kepada presiden atas perhatian dan dukungan usaha penyelesaian persoalan internal kami. Itu juga yang kami baca di surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia," lanjut Agung.

Meski hadir di Istana, Agung membantah pertemuan jadi tanda bergabungnya Golkar ke koalisi pemerintah. Menurut dia, sesuai keputusan Munas Ancol, Golkar akan hengkang dari seluruh bentuk koalisi termasuk Koalisi Merah Putih.

Selain itu, Golkar akan mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam posisi tanpa meminta imbalan atau jabatan. Golkar akan membantu pemerintah dengan tetap membuka ruang untuk mengkritik dan mengoreksi.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...