26 May 2019

Prabowo Sebut Banyak Kepala Desa Diintimidasi Jelang Pencoblosan

KONFRONTASI-Jelang hari pencoblosan Pilpres 17 April 2019, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto banyak mendapat informasi kalau perangkat desa mendapatkan intimidasi.

Hal itu dikatakan Prabowo di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, yang disambut riuh riabuan pendukungnya, Rabu (13/3/2019). Prabowo menegaskan, warga tak bisa dipaksa untuk menentukan pilihan di kotak suara.

"Saya mendengar jelang 17 April ini, kepala desa, lurah itu ditakut-takuti," kata Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus ini menegaskan, rakyat tidak takut dengan segala bentuk intimidasi karena rakyat sudah 'kenyang' dengan pengalaman di masa penjajahan dari Ingris, Belanda dan Jepang yang selalu ditakut-takuti.

Prabowo pun memberikan semangat kepada pendukungnya agar tidak takut. Pria kelahiran 17 Oktober 1951 ini memberikan tips kepada pendukungan untuk menghadapi orang yang mengintidasi. Di mana dihadapan mereka melunak, namun dibuktikan di TPS.

"Kita jangan kehilangan akal. Kalau datang penjajah itu, kita hormat saja, tunduk-tunduk saja, enggeh-enggeh saja (iya iya saja), manut saja. Jadi berikan suara anda di TPS sesuai hati nurani. Tidak mungkin mereka bisa menakut-nakuti 276 juta rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Prabowo berjanji jika terpilih memimpin Indonesia 2019-2024, akan membangun negara ke arah yang lebih baik.

"Saya akan bangun pemerintahan yang bersih dari korupsi. Semua warga negara bisa menikmati hasil kekayaan alam Indonesia. Di mana saat ini kekayaan kita hanya dinikmati elite saja. Saya akan ciptakan keadilan dan kemakmuran rakyat," pungkasnya.[MR/SND]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...