24 May 2018

Prabowo Penantang Terkuat Jokowi

KONFRONTASI-  Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto kemarin di Jakarta mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan lembaganya, belum ada tokoh alternatif sebagai calon presiden. "Masyarakat Indonesia yang berharap ada kejutan, tapi sepertinya masih harus bersabar," kata Eko. Menurut Eko, pesaing terkuat Presiden Joko Widodo pada Pilpres mendatang masih sama, yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

 "Hingga hari ini Prabowo masih satu- satunya penantang terkuat Jokowi," ujar Eko. Diketahui, dari hasil survei yang dilakukan Cyrus Network pada survei selama 27 Maret – 3 April 2018.

 Pengamat Politik Nusantara Centre Yudhie Haryono menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menerima mandat untuk diusung sebagai capres hanya untuk mempertahankan dukungan kader agar tidak pecah. "Saya kira Mas Bowo tidak akan maju, itu hanya cara dia mengakumulasi dukungan Gerindra agar pendukungnya tidak ke mana-mana," kata Yudhie dalam di sela diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/4/2018). Menurut dia, Prabowo tak akan maju dan mempersiapkan manuver kejutan dalam Pilpres 2019.

Pengamat Politik Nusantara Centre Yudhie Haryono menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menerima mandat untuk diusung sebagai capres hanya untuk mempertahankan dukungan kader agar tidak pecah. "Saya kira Mas Bowo tidak akan maju, itu hanya cara dia mengakumulasi dukungan Gerindra agar pendukungnya tidak ke mana-mana," kata Yudhie dalam di sela diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/4/2018). Menurut dia, Prabowo tak akan maju dan mempersiapkan manuver kejutan dalam Pilpres 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengamat: Prabowo Terima Mandat Jadi Capres untuk Jaga Dukungan", https://nasional.kompas.com/read/2018/04/13/22135401/pengamat-prabowo-terima-mandat-jadi-capres-untuk-jaga-dukungan..
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

(kf/KCM/Kompas)

 

Tak berbeda, Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan lembaganya, belum ada tokoh alternatif sebagai calon presiden. "Masyarakat Indonesia yang berharap ada kejutan, tapi sepertinya masih harus bersabar," kata Eko. Menurut Eko, pesaing terkuat Presiden Joko Widodo pada Pilpres mendatang masih sama, yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Baca juga : Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar "Hingga hari ini Prabowo masih satu- satunya penantang terkuat Jokowi," ujar Eko. Diketahui, dari hasil survei yang dilakukan Cyrus Network pada survei selama 27 Maret – 3 April 2018. Secara top of mind, responden disodori pertanyaan "jika Pilpres dilaksanakan hari ini, siapakah yang paling layak dipilih untuk menjadi Presiden?" Hasilnya, elektabilitas Jokowi unggul dengan 58,5 persen, disusul Prabowo dengan 21,8 persen, Gatot Nurmantyo 2,0 persen dan Hary Tanoesoedibjo 1,1 persen. Nama lainnya masih di bawah 1 persen. Tak berbeda, dengan pertanyaan tertutup, yakni simulasi 22 nama calon presiden. Jokowi tetap unggul atas calon presiden lainnya. Baca juga : Survei Cyrus Network: Elektabilitas Jokowi 58,5 Persen, Prabowo 21,8 Persen Jokowi unggul dengan elektabilitas sebesar 56,7 persen, disusul Prabowo 19,8 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen. Hary Tanoesoedibjo 2,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,1 persen. Nama lainnya juga masih 1 persen dan di bawah 1 persen. Lagi-lagi dengan simulasi 15 nama, Jokowi juga tetap unggul atas Prabowo yakni sebesar 57,3 persen dan Prabowo 21,3 persen. Lalu Gatot Nurmantyo 3,8 persen, Hary Tanoesoedibjo 2,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,4 persen, Anies Baswedan 2,0 persen, Jusuf Kalla 1,9 persen serta 1,3 persen. Nama lain di bawah 1 persen. Baca juga : Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games Terakhir, secara head to head atau simulasi dengan 2 nama. Jokowi juga tetap unggul atas Prabowo. Eektabilitas Jokowi sebesar 64,0 persen, dan Prabowo sebesar 29,8 persen. Margin of error dalam survei ini kurang lebih 3 persen. Artinya, hasil survei tersebut bisa bertambah atau berkurang 3 persen. Metode survei menggunakan multistage random sampling. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Total responden sebanyak 1.230 orang yang berasal dari 123 desa/kelurahan di 34 provinsi se-Indonesia dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Sementara itu, sumber pendanaan survei diklaim dari internal Cyrus Network.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Tak Ada Kejutan, Pilpres 2019 Diprediksi Akan Membosankan", https://nasional.kompas.com/read/2018/04/20/05050011/jika-tak-ada-kejutan-pilpres-2019-diprediksi-akan-membosankan.
Penulis : Moh Nadlir
Editor : Sabrina Asril
  1.  
Category: 
Loading...
Kamis, 24 May 2018 - 10:05
Kamis, 24 May 2018 - 10:00
Kamis, 24 May 2018 - 09:52
Kamis, 24 May 2018 - 09:16
Kamis, 24 May 2018 - 09:04
Kamis, 24 May 2018 - 09:00
Kamis, 24 May 2018 - 08:54
Kamis, 24 May 2018 - 08:46
Kamis, 24 May 2018 - 06:32
Kamis, 24 May 2018 - 06:29
Kamis, 24 May 2018 - 06:27
Kamis, 24 May 2018 - 06:24

Pages