17 October 2019

Politikus Busuk yang Diperalat Asing Mau Pecah Belah NKRI. Lawan Freeport!

KONFRONTASI - Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang yang akrab dipanggil Oso, mengatakan Bangsa Indonesia sedang berada dalam krisis nasionalisme. Salah satu buktinya, pertengkaran di antara elite politik yang sebetulnya mempermalukan bangsa dan menyakiti hati rakyat Indonesia.

"Kenapa bangsa kita ini berkelahi di sana sini dan berbeda di sana sini? Karena mereka tidak pahami Pancasila , UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," tegas Oso dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI hasil kerjasama DPD RI Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (12/12), yang dihadiri lebih dari 2 ribu anggota Menwa.

Oso mengatakan, pertikaian itu sebetulnya bersumber dari elite politik. Rakyat banyak sudah menyadari pentingnya kesatuan.

Ia mencontohkan, pada 9 Desember, bangsa Indonesia menyelenggarakan Pilkada serentak dengan damai. Pelaksanaan sukses dan kondusif menggembirakan. Tapi, lanjut Oso, kalau ditanya ke Polri dan TNI apa yang membuat Pilkada bisa aman dan tertib, maka mereka akan menjawab itu karena peran rakyat.

"Karena masyarakat tak mau diadu domba hanya karena Rp 100 ribu untuk memilih pemimpin yang tidak bermartabat," ujarnya.

Karena itu ia mengaku begitu geram kalau membaca media massa di mana para elite politik bertengkar karena urusan pragmatis.

"Masya Allah, kapan selesainya? Kita anak bangsa jangan mau dipecah belah intervensi asing dan politikus busuk yang diperalat asing. Karena itu berpeganglah pada Pancasila," tegas Oso lagi.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dilanjutkan Seminar Nasional Bela Negara.

Acara ini juga menghadirkan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Pangdam VII/Wirabuana Mayor Jenderal Agus Surya Bakti, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto dan anggota DPD RI Bahar Ngitung.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...