23 November 2017

Polisi Berani Tangkap Novel Karena Ada Backing 'Ibu Budi'

KONFRONTASI-Terkait penangkapan Novel Baswedan yang selama ini aktif sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Institusi Polri dinilai tebang pilih dalam menangani kasus yang melibatkan anggotanya.

"(Polri) malah ikut terlibat politik balas dendam oknum tertentu karena ada backing 'ibu Budi'," ungkap politisi senior Rachmawati Soekarnoputri kepada redaksi, Jumat malam (1/5).

Dia menyayangkan langkah Bareskrim Polri yang mengungkit kembali kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Novel Baswedan. Padahal, kasus yang terjadi tahun 2004 ketika Novel menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu sudah ditangani pada saat itu.

"Semut di seberang lautan nampak tapi gajah di pelupuk mata tidak terlihat. BG (Budi Gunawan) kasus rekening gendut dan gratifikasi seperti hilang tidak kelihatan karena dilindungi," jelas Rachmawati.

"Tidak puas, malah NB (Novel Baswedan) dijadikan perkara tambahan balas dendam setelah AS (Abraham Samad) dan BW (Bambang Widjojanto)," tambah Mbak Rachma, begitu dia akrab disapa.

Menurutnya, aksi penangkapan Novel Baswedan merupakan bentuk terbaru pembangkangan institusi Polri terhadap Presiden Joko Widodo selaku kepala negara. Sejak batalnya pelantikan Komjen Budi Gunawan yang adalah mantan ajudan Presiden RI ke-V Megawati Soekarnoputri menjadi Kapolri beberapa waktu lalu.

"Sejak BG (Budi Gunawan) ditolak jadi Kapolri oleh Jokowi, membuat geram her master voice. Paling tidak sudah dua kalli Polri diobok-oboknya, dan melakukan politik bumi hangus KPK seiisinya," beber Mbak Rachma.    

Karenanya, pendiri Partai Pelopor itu menantang Presiden Jokowi untuk berani bertindak tegas terhadap aksi kesewenang-wenangan Polri.

Rachma meminta Jokowi melakukan pembersihan di tubuh Polri, yakni dengan menganulir jabatan Budi Gunawan sebagai Wakapolri, mencopot Kabareskrim Komjen Budi Waseso, serta memastikan diteruskannya proses hukum kasus Budi Gunawan oleh KPK.

"Sangat genting, kalau Presiden mau selamatkan Polri harus hilangkan oknum-oknum pejabat Polri yang berlindung di bawah ketiak parpol tertentu. Di tubuh Korps Bhayangkara ini," tegas Mbak Rachma yang juga pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS).[mr/rmol]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...