23 November 2017

Penegakan Hukum Dianggap Janggal, Fahri Hamzah Siap Pasang Badan Untuk Dahlan Iskan

KONFRONTASI - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menjelaskan, ada yang janggal dalam penetapan tersangka dan penahanan Dahlan Iskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Mantan Menteri BUMN itu ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penjualan dugaan korupsi aset negara yang dikelola PT Panca Wira Usaha (PWU), Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut Fahri hingga saat ini, Kejati Jatim belum mengantongi hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ataupun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Penegak hukum ini tidak menangkap roh dari arti penegakan hukum," sesalnya ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/10).

Fahri menegaskan, penegakan hukum sebenarnya untuk menegakkan keadilan, dan keadilan itu adalah keadilan dalam pengertian sebenarnya. Jadi, tidak bisa penegakan hukum pilih orang, pilih lokasi, pilih waktu, pilih tempat sebab hal itu menurutnya akan ketahuan pada akhirnya.

"Seperti Pak Dahlan, pertama-tama saya terus terang tidak tahu dengan apa yang terjadi di Jawa Timur. Tapi, paling tidak ada beberapa hal yang harus dibikin lebih substantif melihatnya, pertama Pak Dahlan tidak perlu ditahan. Dia ini kan orang Indonesia asli, mengakar, punya banyak teman, mantan pejabat negara, pernah dari Dirut PLN, Menteri BUMN, kongkrit kontribusinya. Bahkan pernah membantu Pak Jokowi sebagai tim sukses, setelah tidak meneruskan di pencalonan di Partai Demokrat," katanya.

Dahlan Iskan, kata fahri lagi, seharusnya tidak langsung ditahan. Sebab, dia bukanlah orang yang berbahaya ataupun melarikan diri.

"Dan kasus ini kan kasus lama sampai Pak Dahlan itu sudah lupa dan lagian alat buktinya yang mana. Jadi nggak perlu lah pakai nahan-nahan gitu," tegasnya.

Yakin Dahlan tak akan kabur, Fahri siap pasang badan. Dia berani menjaminkan dirinya untuk pria yang diakuinya sebagai idola itu.

"Kalau perlu jaminan, saya karena mengerti pak dahlan,dari muda saya idolakan beliau sebagai wartawan senior, saya mau menjamin Pak Dahlan, karena dia nggak mungkin lari lah. Jadi ini cara berfikir hukum moderen, bahkan dalam konsep hukum moderen ngapain nahan-nahan orang, dia punya hidupnya sendiri, kecuali kalau orang sudah dihukum," tegasnya.[ian/rml]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...