21 October 2019

Pemohonan JC Setya Novanto Ditolak Jaksa KPK

KONFRONTASI -  Jaksa KPK tolak permohonan Justice Collaborator mantan Ketua DPR RI Setya Novanto yang didakwa atas kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Hal itu diungkapkan Jaksa Abdul Basir ketika membacakan nota tuntutan untuk Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/3).

Menurut Jaksa Abdul Basir, Novanto tidak memenuhi syarat sebagai saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

"Dari keterangan terdakwa, kami jaksa penuntut umum menilai terdakwa belum memenuhi kualifikasi sebagai justice collaborator. Untuk itu, jaksa belum dapat memenuhi permohonan terdakwa," ujarnya.

Sebab syarat seorang JC haruslah pelaku tindak pidana mengakui perbuatan dan memberikan keterangan signifikan untuk mengungkap pelaku lain yang lebih besar.

"Tetapi keterangan yang disampaikan terdakwa akan digunakan sebagai pertimbangan yang komprehensif, sehingga memberikan tuntutan pidana yang adil," jelasnya.

Meloby Partai Demokrat
Selain itu, Jaksa KPK juga menyebutkan ada beberapa tindakan Novanto dalam perkara ini untuk berusaha meloloskan diri.

Salah satunya melobby partai Demokrat agar bebas dari jeratan hukum.

"Terdakwa juga menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi agar tidak diperiksa penegak hukum, maka terdakwa akan meminta bantuan Partai Demokrat," ujarnya.

Tak hanya meminta bantuan Demokrat, kata Ahmad, Setya Novanto yang saat itu merupakan Ketua Umum Golkar, juga dikatakan sudah menyiapkan sejumlah duit untuk diberikan kepada KPK apabila akan diperiksa.

"Jika terdakwa dikejar KPK, terdakwa akan mempersiapkan uang sejumlah Rp20 miliar untuk KPK," jelasnya. (KONF/sKALA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...