23 January 2018

Para Pendemo: Jangan Sampai Jokowi Ketempelan Yasonna

KONFRONTASI -  Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Aksi Mahasiswa dan Pemuda Untuk Pemerintahan Bersih (Kompas) menuntut Presiden Jokowi segera merombak (reshuffle) Kabinet Kerja-nya

*Dalam aksinya di depan Istana Negara, Jakarta, siang ini (Jumat, 12/1), para pendemo membentangkan spanduk panjang dan juga poster berisi desakan sejumlah menteri mundur dari jabatan mereka. Salah satunya Menteri  Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly*yang tersangkut kasus korupsi proyek pengadan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el) yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Momentum pergantian ini sangat cocok bila diikuti pergantian personalia kabinet yang tidak perform kinerjanya. Terlebih yang tersangkut perkara hukum," tegas Presidium Kompas, Yonfi Saputra di lokasi.

Menurut dia, Yasonna sangat patut didepak karena dugaan menerima duit dari proyek KTP-el

"KOMPAS meminta Presiden Jokowi mereshuffle Yasona Laoly dari Menhukham," desaknya.

Dalam surat dakwaan mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, tiga nama politisi PDI Perjuangan, yakni Yasonna, Ganjar Pranowo, dan Olly Dondokambey tertera sebagai pihak yang diduga diperkaya dalam proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

*Yasonna disebut-sebut kecipratan uang sebesar 84 ribu dolar AS,*Ganjar sebesar 520 ribu dolar AS, dan Olly sebesar 1,2 juta dolar AS. Namun, mereka bertiga membantah telah menerima uang haram itu. Ketika itu, Yasonna dan Ganjar duduk sebagai anggota Komisi II DPR, sementara Olly duduk sebagai pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

"Sebuah nilai yang jumbo. Dalam perkara korupsi sesuai UU Tipikor / 2002 besar kecil jumlah tetap korupsi. Jadi indikasi Yasona Laoly terlibat mega korupsi EKTP sangat besar. Tentu ini jadi beban Presiden Jokowi yang ingin nawa cita dan Good Governance ditegakkan. Jangan sampai Presiden Jokowi ketempelan Yasona Laoly," Yonfi menekankan.[KONF/RMOL]

 

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...