15 December 2019

Pansus Pelindo II Dibentuk, Menteri Rinso dan RJ Lino akan Digarap Pertama Kali

KONFRONTASI-Jika Pansus Pelindo terbentuk maka yang akan dimintai keterangan pertama kali adalah Menteri BUMN Rini Soemarno (Rinso) dan Dirut PT Pelindo II RJ Lino untuk mengungkap dugaan korupsi di perusahaan pelat merah itu.  

"Setelah anggota Tim Pansus terbentuk, akan ada pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. Kementerian BUMN pasti jelas dipanggil, begitu pun dengan Dirut Pelindo II," kata Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto, di Gedung DPR RI, Selasa (6/10).
 
"Karena Pelindo II di bawah koordinasi BUMN, Dirut Pelindo jelas diminta keterangannya masalah apa yang terjadi di sana. Nanti disampaikan ke pimpinan. Keputusannya apakah tidak terbukti apa terbukti akan disahkan di paripurna," kata dia.
 
Untuk itu, Agus berharap 10 fraksi yang ada di parlemen untuk segera menunjuk anggotanya yang akan didapuk menjadi Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo. Sehingga, dengan sesegera mungkin Pansus dapat terbentuk dan mengusut dugaan korupsi di PT Pelindo II.
 
"Karena ini Pansus, besar anggotanya sudah ditetapkan dalam UU MD3 ada yang anggotanya 20 sampai 30. Dibagi proporsional, nanti PDIP terbanyak lalu Golkar, Gerindra. Nanti disampaikan ke pimpinan lalu disahkan di paripurna mendatang," katanya.
 
Saat ini pembentukan tim pansus Pelindo II baru sampai pada tahap pengesahan. Pimpinan DPR memberikan waktu kepada seluruh fraksi yang ada di DPR untuk mengajukan nama-nama anggota yang bakal diwakilkan masuk dalam tim pansus Pelindo II.
 
Berdasarkan aturan dalam UU MD3, kata Agus, maksimal anggota tim Pansus adalah 30 orang. Jumlah personel yang nantinya masuk dalam pansus Pelindo II menyesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan lintas fraksi.
 
"Dengan dibentuknya pansus ini, kami berharap semua bisa terang-benderang. Siapa yang salah, siapa yang benar, dan apa yang membuat pelayanan selama ini terhambat, terutama berkaitan dengan dwelling time kemarin," kata Agus.
 
Kasus Pelindo II bermula saat Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menggeledah kantor PT Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (28/8), terkait dugaan korupsi pengadaan mobile crane.
 
"Ada pengadaan mobile crane yang kami duga tak sesuai aturan. Maka itu kami geledah untuk mencari alat-alat bukti," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigadir Jenderal Victor Edison Simanjuntak saat itu.
 
Penggeledahan tersebut membuat berang Direktur PT Pelindo II, Richard Joost Lino. Dia bahkan mengancam mundur dari jabatannya sebagai Dirut Pelindo II jika Presiden Jokowi tidak membereskan masalah tersebut.[mr/jaring]
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...