25 November 2017

OJK Bentuk Forum Komunikasi untuk Dongkrak Literasi Masyarakat

KONFRONTASI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau membentuk Forum Komunikasi (FK) dalam rangka meningkatkan pengetahuan atau literasi masyarakat yang masih rendah terhadap Lembaga Jasa Keuangan (LJK), karena dinilai berbagai kasus kerab terjadi sehingga masih banyak masyarakat yang menjadi korban.

Kepala Kantor OJK Riau, Muhammad Nurdin Subandi di Pekanbaru, Sabtu (30/7), menyampaikan OJK Pusat juga mengarahkan masing-masing daerah untuk segera membentuk forum tersebut.

Forum ini dibentuk untuk lebih memperkuat pengawasan bersama serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap LJK itu sendiri.

"Kita sudah ada arahan dari Pusat, untuk itu Forum Komunikasi sudah kita bentuk untuk lebih meningkatkan pemahaman masyarakat," ujarnya.

Dia memaparkan secara nasional, literasi LJK di Indonesia masih sangat rendah.

Menurut dia, berdasarkan hasil survei nasional perkembangan literasi keuangan OJK tahun 2013, tingkat pemahaman terlihat minim.

Bahkan untuk LJK berbentuk perbankan terjadi ketimpangan antara pemahaman dan pemanfaatan perbankan.

Pada sektor perbankan, pemahaman masyarakat hanya sebesar 22 persen, sementara pemanfaatannya 57 persen.

Sedangkan untuk sektor lain, tingkat pemahaman jauh lebih rendah daripada perbankan. Namun, pemanfaatannya turun lebih rendah lagi.

Untuk lembaga asuransi untuk mengelola keuangan, sebanyak 18 persen masyarakat memahami lembaga itu sebelum memanfaatkannya. Sementara untuk pemanfaatan sendiri hanya 12 persen.

Untuk LJK non bank seperti pembiayaan, pergadaian, dan lainnya, masyarakat yang memahaminya ada 10 persen dan dimanfaatkan sebanyak 6 persen.

Untuk pengelolaan dana pensiun, ada 7 persen yang memahami dan 2 persen yang memanfaatkan. Paling sedikit itu pasar modal. Yang mengetahui hanya 4 persen, dan yang memanfaatkan hanya 0,1 persen.

Untuk itu, dibentuklah Forum Komunikasi LJK yang melibatkan seluruh pihak yang melayani jasa keuangan.

Mulai dari perusahaan dan asosiasi perusahaan perbankan, asuransi, pembiayaan, pegadaian, pasr modal, dan lembaga terkait lainnya.

Ketua Forum Komunikasi LJK, Emon Sulaiman menyebutkan dibentuknya forum ini salah satunya dilakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang LJK. Karena ketidaktahuan masyarakat bisa menimbulkan kerugian langsung bagi masyarakat.

"Karena terkadang ada juga oknum tertentu di suatu LJK yang memanfaatkan ketidaktahuan tersebut untuk mendapatkan keuntungan," sebut Emon.

Oleh sebab itu, pihaknya juga akan menjalin komunikasi yang "intens" dengan masyarakat lewat berbagai program seperti sosialisasi, edukasi, dan program kemitraan.

"Untuk pasar modal sendiri ada beberapa perusahaan besar yang karyawannya sudah kita literasi," sebutnya.

Emon juga menyebutkan salah satu yang memiliki peran penting dalam literasi ini adalah media massa.

Untuk itu forum terebut juga akan bermitra dengan media agar bisa ikut menyampaikan informasi yang bisa menengedukasi masyarakat.

"Media adalah mitra strategis kita dalam menjalankan literasi," tuturnya.(Juft/Skala)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...