20 July 2019

Nehemia Lawalata: Serangan Jokowi ke Prabowo Bukti Dia Panik dan Galau karena Prabowo bakal Menang Didukung Rakyat

KONFRONTASI - Keoanikan Jokowi makin tampak jelas dengan bukti bahwa dia makin banyak serang Prabowo Subianto, namun malah Jokowi makin galau, panik, dan makin terpuruk sendiri, kata Nehemia Lawalata, tokoh Indonesia Timur dari Peratuan Alumni GMNI dalam menanggapi serangan bertubi Jokowi pada Prabowo belakangan ini dalam berbagai kampanye Jokowi dimana-mana.

Menurutnya, Jokowi  sudah gagal, pertumbuhan ekonomi cuma 5%, gak bisa kerja terukur,  hadapi krisis kepercayaan, terpuruk dan bakal kalah dan tumbang pada pilpres 2019 karena  rakyat sudah muak pada penampilan dan kebijakannya.

'' Benar bahwa rakyat bosan, dan emoh untuk disuruh pilih Jokowi dalam Pilpres 2019. Benar bahwa  kalau kecurangan terjadi, rakyat juga tak akan diam karena rakyat sudah memilih perubahan/Prabowo untuk menyelamatkan Indonesia yang terpuruk akibat kekuasaan Jokowi,'' katanya.

 

Hasil gambar untuk jokowi prabowo pantas loreng

Hasil gambar untuk herdi sahrasad

''Ekonomi terpuruk, ribuan buruh China masuk dan RI tergantung China, belum lagi ketidakpastian hukum, terus menguatnya dominasi oligarki/kartel ekonomi taipan dan ketidakadilan yang makin runcing,'' kata Herdi Sahrasad, pengamat politik Universitas Paramadina. ''  Makin banyak serang Prabowo Subianto, maka Jokowi makin krisis kepercayaan.  terpojok dan mati kutu sendiri, apalagi Uni Eropa dan AS sudah tak dukung dia dan mereka secara simbolik dukung Prabowo sebagai simbol perubahan ''imbuhnya..

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Aktivis Malari 1974, Hariman Siregar, memastikan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tumbang pada pemilu 2019 mendatang. Untuk itu, dia meminta tidak lagi perlu membicarakan apapun terkait Jokowi.

 

“Kita jangan bicara Jokowi lagi, dia pasti (tumbang),” kata Hariman dalam diskusi bertajuk ‘Prospek Gerakan #2019GantiPresiden’ di kantor Indonesia Democracy Monitor (InDemo), Jakarta Pusat, Rabu (17/10/18).

Hasil gambar untuk hariman siregar

Hariman membeberkan beberapa alasan mengapa Jokowi diyakini bakal tumbang. Pertama, terkait dengan situasi dan kondisi ekonomi yang terus mengalami penurunan. Bahkan, nilai tukar rupiah terburuk sepanjang sejarah Indonesia.

Tapi anehnya Presiden Jokowi tidak berusaha untuk menghentikan keterpurukan ekonomi bangsa. Belum lagi soal hutang Indonesia yang semakin menumpuk.

Kedua, Hariman menjelaskan, dalam kondisi seperti saat ini, pemuda yang menjadi penggerak demokrasi sudah tidak peduli dengan siapapun presidennya. Pemuda cuek karena kepemimpinan saat ini tidak pro kepada rakyatnya.

(FF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...