22 April 2018

Nama Anggota DPR Penerima Fee Hilang Didakwaan Andi Narogong

KONFRONTASI -  Nama-nama anggota DPR RI yang diduga menerima uang korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) menghilang dalam dakwaan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Hal itu sebagaimana dalam berkas dakwaan Andi yang dibacakan Jaksa KPK pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/8).

Dalam dakwaan tersebut Jaksa KPK hanya menyebutkan beberapa anggota DPR periode 2009-2014 menerima sejumlah 14.656.000 dolar AS dan Rp44 miliar.

Hal ini berbanding terbalik dengan dakwaan untuk mantan Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan mantan Direktur Informasi Dukcapil Kemendagri Sugiharto yang merinci siapa saja pihak DPR yang menerima uang dari Andi.

Seperti, Olly Dondokambey, Melchias Markus Mekeng, Ganjar Pranowo, Mirwan Amir, Arief Wibowo, Agun Gunandjar Sudarsa, Tamsil Lindrung, Teguh Juwarno, dan masih banyak yang lainnya.

Dalam dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, lokasi untuk membagi-bagikan uang kepada sejumlah anggota DPR terjadi di ruangan Mustoko Weni di Gedung DPR pada 2010 silam. Namun, pemberian itu dianggap terjadi sesudah Mustoko Weni meninggal dunia.

Sedangkan dalam dakwaan Andi Narogong, jaksa KPK menyebut pembagian uang tersebut di ruangan Setya Novanto. Selain di ruangan Setya Novanto, jaksa KPK juga menyebut pembagian uang terjadi di Gedung DPR. Namun terkait ruang kerja siapa tak dirinci oleh jaksa.

"Sekira September-Oktober 2010 bertempat di Gedung DPR, terdakwa Andi memberikan sejumlah uang kepada anggota DPR sebesar 2.850.000 dolar AS dengan maksud agar Komisi II dan Banggar menyetujui anggaran proyek e-KTP," ujar jaksa KPK.

"Setelah adanya kepastian tersedianya anggaran untuk proyek pengadaan dan penerapan proyek e-KTP, bertempat di ruang kerja Setya Novanto di lantai 12 Gedung DPR, terdakwa Andi beberapa kali juga memberikan sejumlah uang kepada pimpinan Banggar DPR sejumlah USD 3,3 juta," kata jaksa KPK.

Andi Narogong didakwa telah mengatur lelang proyek e-KTP. Andi disebut sengaja memenangkan konsorsium PNRI untuk menggarap proyek tersebut. Andi juga disebut telah memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi.

Perbuatan tersebut dilakukan Andi bersama dengan Irman selaku Dirjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitmen, Isnu Edhi WIjaya selaku Ketua Konsorsium PNRI, Diah Anggraini selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri, Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar, dan Drajat Wisnu Setyawan selaku Ketua Pengadaan Barang dan Jasa.

Atas perbuatannya ini, Andi disebut merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun. (sKALANEWS)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...