21 November 2017

Mulyadi Siap Muluskan Langkah Prabowo di Pilpres 2019

KONFRONTASI-Partai Gerindra dan PKS hampir dipastikan akan berkoalisi dalam pertarungan Pilgub Jabar 2018.

Calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Gerindra, Mulyadi berharap koalisi ini mengulang sukses memenangkan Pilgub DKI Jakarta, menumbangkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung banyak partai.

Seperti diketahui, DPD Gerindra Jawa Barat mengusung Mulyadi, kader internal partai untuk maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) pada Pilkada Jawa Barat setelah mendapatkan rekomendasi dari seluruh pengurus Gerindra tingkat kabupaten/kota se-Jabar.

”Awalnya saya tidak mencalonkan diri. Tapi saat akumulasi suara kader yang diputuskan di rapimda sudah bulat, secara pribadi saya siap menjadi salah satu kontestan di Pilgub Jawa Barat,” ujarnya dilansir INDOPOS.

Mulyadi yang juga pengusaha ini optimistis bisa menjalankan misi Partai Gerindra, yakni memuluskan langkah Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2019. ”Tujuan akhir partai adalah Prabowo Subianto jadi Presiden,” tandasnya.

Partai Gerindra, kata dia, memilih kadernya sendiri karena merasa trauma. Belajar dari pengalaman Pilkada Jakarta dan Kota Bandung yang mengusung calon eksternal tapi saat menjadi pemenang, mereka justru berkhianat dan malah berbalik melawan partai.

”Contohnya, Ridwan Kamil yang sebelumnya kami usung, tetapi dalam perjalanannya beliau tidak bersedia menjadi kader partai,” ujarnya.

Mulyadi mengaku siap bersaing dengan kandidat lain yang digadang-gadang bakal meramaikan bursa Pilkada Jawa Barat seperti Dedi Mizwar, Dede Yusuf, Dedi Mulyadi, dan Ridwan Kamil.

”Tingkat popularitas bukan jaminan memang dalam Pilkada Jawa Barat. Karena kultur warganya sangat berbeda dengan Jakarta. Jadi segala kemungkinan masih bisa terjadi. Untuk itu saya akan terus bersosialisasi kepada warga Jawa Barat,” cetusnya juga.

Terkait siapa yang akan menjadi lawan berat dalam Pilgub Jawa Barat nanti, Mulyadi menegaskan jika setiap kandidat yang bakal maju memiliki kelebihan dan kekurangan.

Selain elektabilitas, kinerja mesin partai mengkampanyekan dan memperkenalkan kandidat kepada masyarakat juga memiliki peranan yang sangat besar.

”Popularitas tinggi jika tidak diimbangi dengan kinerja mesin partai juga tidak akan maksimal. Jadi tidak ada jaminan popularitas seorang kandidat akan memenangkan pilkada,” tegasnya.

Sementara untuk proses koalisi dengan partai lain guna memuluskan pencalonan dirinya maju dalam Pilkada Jawa Barat, Mulyadi mengaku sedang melakukan komunikasi politik dengan pengurus partai lain mulai di tingkat Jawa Barat maupun pusat.

”Saya juga sudah melakukan silaturahmi dengan calon gubernur dari partai lain. Termasuk dengan tokoh masyarakat dan ulama asal Jawa Barat, seperti Kiai Abdullah Gymnasiar atau Aa Gym dan Ustad Arifin Ilham,” pungkasnya.[mr/jpnn]

 

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...