13 December 2019

Menteri Erick, Utang BUMN RI Makin Ngeri, Serem Nih!

KONFRONTASI- Utang BUMN RI terus mengalami pertumbuhan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Kemarin BI merilis statistik utang luar negeri Indonesia, utang luar negeri (ULN) BUMN RI juga tumbuh tinggi dalam satu tahun terakhir.

ULN BUMN tumbuh dobel digit dipicu oleh tingginya pertumbuhan ULN BUMN Bank dan BUMN Non Lembaga Keuangan.

Mengutip BI, ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2019 tercatat sebesar US$ 395,6 miliar, terdiri dari ULN publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 197,1 miliar, serta ULN swasta (termasuk BUMN) sebesar US$  198,5 miliar.
 

ULN Indonesia tersebut tumbuh 10,3% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang dipengaruhi oleh meningkatnya pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan ULN swasta.

Walau ULN Swasta melambat ternyata utang BUMN melesat drastis. Sebagai contoh utang Bank BUMN pada September tahun lalu tercatat US$ 5,82 miliar. Kini, jumlahnya naik 20,4% menjadi US$ 7,01 miliar atau setara Rp 98 triliun. 



Pertumbuhan utang bank BUMN melebihi pertumbuhan utang bank total dan bank swasta lainnya yang masing-masing hanya tumbuh 5,62% dan 2,38% (yoy).



Utang BUMN non-lembaga keuangan (LK) juga tumbuh signifikan di atas pertumbuhan utang swasta non-bank. Posisi utang BUMN non-bank pada September tahun ini mencapai US$ 39,88 miliar (setara Rp 558 triliun) atau meningkat 50,02% dibanding posisi yang sama tahun lalu yang hanya US$ 25,86 miliar.



Utang BUMN non-lembaga keuangan tersebut melampaui utang swasta non-LK secara keseluruhan yang hanya tumbuh 11,43% (yoy) dan utang swasta lain non-BUMN yang tumbuh minimalis 2,15%.



Namun, untuk posisi utang lembaga keuangan non-bank (LKBB), utang BUMN tumbuh 4,4% di bawah pertumbuhan utang LKBB sebesar 11,5% dan LKBB lainnya yang tumbuh hingga 15,6%.
 
 
 
Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...