20 November 2019

Menduga Hasil Kunjungan Luhut B Panjaitan ke China, Emirat Arab dan AS: Harapan Semu?

KONFRONTASI- Tidak jelas bagaimana hasil dan capaian Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan selama dua minggu berkunjung ke Uni Emirat Arab dan China serta AS. Sebab apa yang dilaporkan LBP kepada Presiden Jokowi mungkin cuma ‘’harapan semu’’ atau bahkan ‘’pepesan kosong’’ kalau tak ada realisasinya.

Sumber-sumber diplomat Barat di Jakarta mengatakan, kunjungan LBP ke beberapa negara itu masih harus ditunggu realisasinya, sebab belum tentu di-follow-up dan seringkali hanya  diplomasi basa-basi belaka. Terkait AS dan UAE, sumber Barat menyebutkan  selama  Jakarta terlalu dekat dengan Beijing. Maka AS dan UAE masih wait and see, dan sangat mungkin tidak di follow-up lagi alias cuma pepesan kosong. ‘’Tentu LBP ingin menyenangkan bos-nya, dengan laporan yang baik dan manis itu, sebab bagaimanapun dia ingin tetap bertahan di kabinet Jokowi periode kedua,’’kata sumber itu.

Para analis dan elite kelas menengah  di Jakarta menilai, ada keretakan di tubuh Koalisi pendukung Jokowi yang ditandai dengan dengan adanya  friksi kubu Teuku Umar  PDIP Megawati vs Gondangdia Nasdem Surya Paloh.

 Lantas apa saja ‘oleh-oleh’ yang dibawa Luhut dari sana?

Luhut mengatakan pertemuannya dengan pemerintahan Umi Emirat Arab (UEA) paling berkesan pasalnya semua perjanjian yang ditandatangani Jokowi dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor Juli lalu sudah banyak yang berjalan. Lalu beranjak ke China (Tiongkok), Luhut mengatakan dirinya menindak lanjuti soal investasi pabrik baterai  Lithium kerjasama Tiongkok dan Korsel. Luhut menjabarkan Tiongkok dan UAE akan bekerja sama untuk menanamkan modal dalam pengembangan baterai lithium di Indonesia.

Namun sumber diplomatik Barat menyebut, pabrik baterei Lithium itu masih tanda tanya ke depannya dan rencana Refinery di Balikpapan dengan UEA, sampai saat masih pepesan kosong.

LBP juga menyampaikan perjalanannya ke AS. ‘’Di Washington DC saya bertemu dengan 5 orang senator dari partai republik maupun demokrat dan Jared Kushner menantu Presiden AS Donald Trump. Harus bertatap muka langsung dengan orang-orang Amerika yang tengah menduga bahwa Indonesia sudah lebih condong ke Tiongkok, membuat saya berpikir betul bagaimana caranya berkomunikasi dengan efektif,’’ ungkap LBP.  Pertemuan terakhir itu berlangung di White House pada hari jumat minggu lalu jam 8.30 waktu setempat. Kesan saya, menantu presiden Trump ini sangat baik. Pemuda yang baru berusia hampir 40 tahun itu menjemput saya yang sedang berada di ruang tunggunya.’’ ungkap LBP sebagaimana ditirukan sumber tersebut.

Akhirnya, lawatan LBP  ke tiga negara itu bisa saja cuma harapan semu kalau tidak terbukti ada realisasi.

(sumber2/ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...