22 January 2020

Media Asing Tuduh Muhammadiyah Disuap Tiongkok, Anwar Abbas Beri Jawaban Tegas

KONFRONTASI -   Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menolak tuduhan pemberitaan asing soal Ormas Islam yang disuap Tiongkok agar bungkam soal isu hak asasi manusia etnis Uighur.

"Apakah dengan mengundang tokoh-tokoh dari ketiga Ormas ke Uighur China lalu ketiga Ormas itu akan melemah kepada pemerintah China? Tidak," kata Anwar kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.

Dia merinci tiga organisasi yang dimaksud adalah Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

"China menyuap MUI, NU, dan Muhammadiyah? Bagaimana caranya mereka menyuap ketiga organisasi tersebut," katanya.

Anwar yang juga sekretaris jenderal MUI itu mengatakan sikap ormas-ormas islam itu sudah jelas yaitu "amar ma'ruf nahi munkar" atau mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Jika tindakan pemerintah Tiongkok itu baik, kata dia, tentu didukung. Tapi jika zalim kepada rakyat Uighur maka sikap dari Ormas Islam sudah jelas. "Kita tidak akan membiarkan praktik kezaliman itu ada," kata dia dilansir Antara.

Oleh karena itu, Anwar mengutuk sikap dan tindakan pemerintah Tiongkok terhadap umat Islam Uighur. Hal itu juga berlaku bagi Amerika Serikat yang zalim terhadap rakyat Afghanistan dan Palestina.

MUI dan Muhammadiyah, kata dia, cinta damai dan keadilan. Maka, meskipun seribu kali pemerintah Tiongkok mengundang MUI dan Muhammadiyah untuk datang ke Tiongkok sikap terhadap Uighur tidak akan berubah.

"Maka selama pemerintah China tidak bisa menghormati hak-hak beragama dari rakyat Uighur maka MUI dan Muhammadiyah akan tetap bersuara dengan lantang melawannya," katanya.

Demikian juga, kata dia, untuk kasus di Afghanistan dan Palestina. Selama Amerika tidak menghormati hak-hak rakyat Afghanistan dan Palestina maka MUI dan Muhammadiyah jelas tidak akan tinggal diam. MUI dan Muhammadiyah, kata dia, tidak memusuhi Tiongkok dan Amerika.

"Yang kami musuhi adalah perbuatannya yang tidak benar dan tidak manusiawi tersebut," kata dia.(Jft/PIkiranRakyat)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...