21 May 2019

Mahfud Usulkan Presidential Threshold Disamakan dengan Parlementary Threshold

KONFRONTASI-Peraturan pemilu mengenai presidential threshold sebesar 20 persen sebagai syarat partai politik agar bisa mengusung capres-cawapres menjadi sorotan bagi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Mahfud menilai syarat 20 persen perlu dikaji ulang.

Mahfud mengaku setuju dengan adanya presidential threshold sebagai syarat parpol mengusung capres-cawapres. Hanya saja presidential threshold sebesar 20 persen dianggap terlalu tinggi dan berpotensi menimbulkan konflik politik.

"Perlu dipikirkan UU pemilihan berikutnya tentang presidential threshold. Saya setuju threshold harus ada tapi apa harus 20 persen? Nah itu perlu ditinjau melihat pengalaman sekarang, polarisasinya begitu tajam dan panas," kata Mahfud di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).

Mahfud mengusulkan presidential threshold 20 persen bisa disamakan dengan parlementary threshold 4 persen. Sehingga parpol yang lolos ke Senayan bisa mengusung capres-cawapres.

"Kalau saya usul treshold harus ada, tetapi memakai parlementary treshold misalnya 4 persen. Partai yang punya kursi di DPR berdasarkan pemilu sebelumnya, berhak mengajukan calon presiden dan wakil presiden pada pemilu yang berjalan," ucap ahli hukum tata negara itu.

Mahfud berpendapat presidential threshold dapat mengurangi potensi konflik politik ketika memasuki masa pengusungan capres-cawapres.

Namun, Mahfud sadar tidak mudah mengubah peraturan yang sudah dibuat dan ditetapkan oleh MK. Maka dari itu, ia menyarankan agar presiden dan wapres terpilih nanti agar segera merevisi Undang-undang Nomor 7 tentang Pemilu.

"Saya usul ini dibahas di tahun pertama. Karena kalau masuk tahun ketiga dan keempat seperti kemarin, KPU sudah terbentuk, UU belum jadi, tawar-menawar, jual dagang sate terjadi disitu. Kalau ingin baik ini harus jadi prioritas pertama perubahan UU politik terutama UU penyelenggaraan pemilu," tutup Mahfud.[mr/kump]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...