20 April 2018

MA Menangkan Kubu ARB?

Konfrontasi - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar (PG) untuk memilih Ketua Umum (Ketum) sudah di depan mata. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG sudah sepakat untuk menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada April mendatang. Peserta yang memiliki suara sudah diputuskan yaitu hasil Munas di Riau tahun 2009. Saat ini tinggal menunggu susunan panitia Munas.

Namun, Munas bakal batal dilakukan karena adanya putusan terbaru dari Mahkamah Agung (MA). Informasi yang diperoleh SP menyebutkan MA telah memutus gugatan dari kubu Aburizal Bakrie (ARB) terhadap Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) terkait perbuatan melawan hukum.

MA dikabarkan memperkuat putusan Pengadilan Tinggi (PT) yang mengatakan Menkumham terbukti melakukan perbuatan melawan hukum karena memberikan Surat Keputusan (SK) pengesahan atas kepenggurusan Agung Laksono (AL).

"MA memenangkan kubu ARB atas perbuatan melawan hukum," kata sebuah sumber di Jakarta, Senin (29/2).

Namun, sumber itu menegaskan masalah lanjut atau tidaknya Munas dikembalikan lagi ke Golkar. Terutama kepada ARB yang telah diperpanjang kepengurusannya enam bulan ke depan. Jika ARB balik badan dengan berpegang pada putusan MA tersebut maka Munas bisa gagal. Namun jika ARB berbesar hati, Munas bisa diteruskan.

"Kalau Munas terjadi, ARB akan pegang kendali. Ini kemenangan besar untuk kubu ARB," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, kubu ARB mengugat Menkumham ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) beberapa waktu lalu. Menkumham dituduh melakukan perbuatan melawan hukum dengan memberikan SK kepada kubu AL. PN Jakut telah memenangkan kubu ARB. Putusan PN Jakut diperkuat putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Atas putusan itu, kubu AL melakukan kasasi ke MA. Hasilnya, MA dikabarkan memperkuat putusan PN Jakut dan PT DKI Jakarta.

Mantan Ketua DPP dari kubu AL, Melki Laka Lena yang diminta tanggapan atas putusan MA tersebut mengaku apa yang disampaikan baru gosip. Dirinya belum mendengar dan melihat langsung atas putusan terbaru MA tersebut.

"Memang informasi yang berseliweran menyebutkan seperti itu. Tetap kami belum mendapatkan kepastiannya. Kami masih menunggu kebenaran informasi itu," tutur Melki.

Dia juga belum berkomentar soal perjalanan Munas jika benar ada keputusan MA tersebut. Dia hanya menegaskan menunggu kepastian atas informasi tersebut. (rol/ar)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...