28 April 2017

Lulung dan Ahok Saling Berpantun: Kasus Apa Lagi?

KONFRONTASI-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyindir Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana yang kembali mengomentari kebijakannya.

"Dia kan sudah janji enggak mau komentarin Ahok, kok sekarang komentar lagi, sih? Baru juga dua bulan puasanya (komentar), aduh," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Lulung sebelumnya menilai bahwa permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan sampah Ibu Kota cenderung dikarenakan sikap arogan Basuki.

Menurut dia, permasalahan tersebut sedianya tidak terjadi jika Basuki tidak arogan menghadapi pihak terkait, baik DPRD Bekasi maupun PT Godang Tua Jaya selaku pengelola TPST Bantargebang.

"Harusnya dia (Basuki) jangan arogan, kita harus ramah. Kalau DPRD Bekasi ingin bertanya, ya diterima saja, jangan malah ngatain 'siapa elu?' Pemerintah daerah kan bukan gubernur saja. Dia bisa disposisi ke wakilnya atau ke sekda," kata Lulung, Selasa (31/10/2015).

Sementara itu, dua hari sebelumnya, Lulung berjanji tidak akan mengomentari segala tindakan serta kebijakan Basuki.

"Saya kan sudah ngomong enggak mau ngomong lagi tentang Ahok. Sudah 2-3 bulan ini enggak pernah ngomong tentang Ahok," kata Lulung, Rabu (28/10/2015).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) mengkritik Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sempat melontarkan pernyataan ingin memanfaatkan kawasan Monumen Nasional untuk sampah yang pengangkutannya terkendala.

Ia kemudian membandingkannya dengan kebijakan Ahok yang melarang pedagang kaki lima maupun pengajian dilakukan di kawasan tersebut.

"Kaki lima kagak boleh ditaruh di Monas, pengajian juga. Sekarang, sampah yang ditaruh sama dia (Ahok). Kebalik enggak cara berpikirnya?" ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Lulung menilai, wacana tersebut menunjukkan bahwa Ahok bukanlah pejabat yang tidak bertanggung jawab. Terlebih lagi, Monas adalah kawasan ring satu yang harusnya steril dari kegiatan apa pun.  

"Saya protes sebagai Wakil Ketua DPRD. Saya minta menteri yang berkaitan dengan kebersihan tolong tegur Ahok. Jangan sampai sampah ditaruh di situ karena tidak mencerminkan budaya kebersihan. Ini ring satu, jadi jangan memalukan Istana," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Ahok meminta pihak kepolisian menindak warga yang menindak truk sampah milik Dinas Kebersihan DKI di Cileungsi, Bogor. Untuk masalah sampah yang terbengkalai, ia berseloroh akan meletakkannya di Monas.

"Enggak apa-apa sampahnya tertahan. Paling sementara kita taruh di Monas," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/11/2015).(KCM)

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...